Kota Semarang Kembangkan CCTV yang Dapat Analisa Pergerakan Masyarakat

KBRN, Semarang : Meski berada dalam tekanan pandemi Covid-19, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi tak berhenti berinovasi dalam mengembangkan kota yang dipimpinnya saat ini. 

Salah satunya terus berupaya melakukan pemutakhiran Semarang Smart City, melalui penerapan berbagai sistem baru. Hal itu seperti yang terlihat saat Hendi meluncurkan sistem analisa otomatis CCTV (analytics CCTC) yang ada di seluruh Kota Semarang baru - baru ini. 

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan, dengan fungsi analytics yang dibangun, CCTV di Kota Semarang tak sebatas merekam kondisi lingkungan dengan output video saja, melainkan memiliki kemampuan menganalisis secara otomatis terhadap setiap kejadian yang terekam. 

Dengan kemampuan analisa tersebut, CCTV di Kota Semarang dapat secara otomatis mendeteksi dan menentukan peristiwa temporal serta spasial, yang kemudian dapat secara langsung menyimpulkan jumlah orang, jumlah kendaraan, keberadaan parkir liar, sampah, genangan air, dan berbagai hal lainnya yang diperlukan.

Pada tahap awal, sistem CCTV analytics akan diterapkan pada 16 unit kamera pengawas yang berada di Simpang Lima, Kota Lama, wilayah segitiga emas, dan juga pada 300 unit CCTV di wilayah perkampungan yang memiliki potensi kerawanan tertentu. Pemantauan analytics CCTV sendiri akan dilakukan di Situation Room yang berada di Balaikota Semarang.

Ia menyebutkan, pengembangan analytics CCTV diperlukan untuk meningkatkan kinerja pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

“Mengapa CCTV analitic ini menjadi suatu keharusan yang penting untuk perkembangan kota Semarang? Karena inti dari Semarang Smart City adalah mendorong Pemerintah mampu melayani masyarakatnya lebih cepat dan efisien. Maka kami berupaya terus berinovasi, seperti menyiapkan aplikasi untuk pelayanan, wi-fi gratis, CCTV sampai lingkungan RT, hingga meningkatkan kemampuan CCTV untuk bisa menganalisa secara otomatis,” ungkap Hendi sapaan akrabnya, Selasa (11/8/2020).

Dalam kegiatan peluncuran analytics CCTV itu dilakukan pula Penandatangan Komitmen bersama dalam rangka mewujudkan integrasi dan konektifitas CCTV sebagai salah satu sumber analisis big data Kota Semarang. Tak hanya itu, Pemerintah Kota Semarang juga mendaparkan bantuan berupa 250 Software CCTV Analytics secara bertahap oleh PT. Telkom Indonesia.

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengatakan, saat ini baru 16 CCTV analitics yang terpasang di kawasan Simpanglima dan Kota Lama. Pihaknya berencana menambah CCTV analitics di kawasan segitiga emas yakni Jalan Gajahmada, Pemuda, dan Pandanaran.

"CCTV kami upgrade fungsinya dengan analitik. Tidak hanya menampilkan video tapi sekarang kami tingkatkan CCTV beroutput data," ungkapnya.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, CCTV analitics yang dipasang di kawasan Simpanglima dan Kota Lama ini memiliki lima fungsi antara lain menghitung wisatawan, parkir, lalu lintas, sampah, dan genangan air. Dari CCTV tersebut akan muncul data yang terintegrasi dalam Semarang Satu Data yang ada di Situation Room Balai Kota Semarang.

"Itu bentuknya grafik realtime yang terus terakumulasi. Kalau sudah jalan satu bulan, satu tahun, lima tahun, sepuluh tahun, akan terlihat trennya," jelasnya.

Sementara itu, hadir dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Ir. Suhono Harso Supangkat, M. Eng (Pakar Smart City ITB), Oktorialdi, Ph.D (Koordinator Sekretariat Satu Data Indonesia), Bambang Dwi Anggono, S.Sos, M.Eng (Direktur Layanan Aplikasi Informatika Kemenkominfo RI), dan Komang Budi Aryasa (Deputy EVP PT. Telkom Indonesia).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00