Bebaskan Denda, Masyarakat Tetap Diminta Bayar PBB Tepat Waktu

Kepala Bapenda Kota Semarang Agus Wuryanto

KBRN, Semarang : Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Agus Wuryanto mengatakan, sejauh ini realisasi PBB sudah mencapai 89 persen atau sekitar Rp 371 miliar dari target sebesar Rp 416 miliar.

Menurutnya, realisasi tersebut cukup bagus. Wajib pajak di Kota Semarang telah menyadari kewajibannya dan memberikan kontribusi demi pembangunan Kota Semarang. Bagi wajib pajak yang belum membayar, pihaknya masih memberikan waktu hingga 31 Agustus mendatang. 

"Ini batasan akhir pembayaran PBB. 89 persen itu potensi murni. Yang tunggakan masih banyak. Tunggakannya akan kami kejar agar pajak ini benar-benar berkeadilan," tutur Agus, Rabu (12/8/2020).

Bapenda Kota Semarang pun mengimbau masyarakat membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) sebelum jatuh tempo.

Pihaknya juga telah bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang untuk melakukan penagihan bagi wajib pajak yang menunggak. Kejari akan melayangkan surat kepada wajib pajak untuk segera membayar. Rencananya, surat tersebut akan dikirim akhir Agustus ini.

Agus mengakui, tunggakan PBB memang cukup besar yakni kisaran Rp 600 miliar. Tahun ini, Pemkot dan Kejari baru akan menagih sekitar Rp 166 miliar. Sisanya akan dilakukan secara bertahap. 

"Yang nunggak-nunggak ini kurang patuh. Kami melimpahkan ke kejaksaan sebagai pengacara negara untuk menagih tunggakan yang nilainya diatas Rp 10 juta, sedangkan Bapenda akan menagih yang tunggakan kecil," ungkap Agus.

Agus melanjutkan, di tengah kondisi pandemi pihaknya tidak menerapkan denda bagi wajib pajak yang belum dapat membayar hingga jatuh tempo. Hal ini guna meringankan beban masyarakat. Namun, dia berharap, masyarakat tetap dapat membayar pajak sebelum jatuh tempo. Pasalnya, wajib pajak yang membayar sebelum jatuh tempo akan diikutsertakan dalam undian pembayaraan PBB. Hanya saja, jenis hadiah tentu berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena anggaran terbatas. 

"Hadiahnya tidak seperti dulu karena keuanggan Pemkot tahun ini tidak besar. Terkait hadiahnya, kami akan minta persetujuan dewan dulu. Kalau dewan menyetujui, kami laksanakan," jelasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00