Hendi Klaim Kematian Covid di Semarang Bukan yang Tertinggi

KBRN, Semarang : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menegaskan, Kota Semarang bukan merupakan kota dengan kasus kematian covid-19 tertinggi se kabupaten/kota. Menurutnya, kasus kematian di Kota Semarang harus lebih bisa diminimalkan dengan upaya deteksi dini. 

"Kita masih bukan yang tertinggi ya meskipun kita melihat bahwa yang ada di Kota Semarang ini juga harusnya lebih bisa diminimalkan lagi kalau mereka cepat-cepat terdeteksi positif covid sehingga kemudian bisa dilakukan penanganan-penanganan dari tim kesehatan," ungkapnya Kamis (6/8/2020).

Lebih lanjut, Hendi sapaan akrabnya menjelaskan, kematian pasien Covid-19 di Semarang terjadi karena mereka masuk rumah sakit sudah dalam kondisi kritis dan parah. 

"Artinya telat terdeteksi," ujarnya. 

Selain itu, kematian pasien Covid-19 juga disebabkan karena pasien memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Kelompok usia rentan juga menjadi menyebab kematian. 

"Maka, dari ketiga hal itu saya tetap memutuskan bahwa gugus tugas atau kemudian akan diubah satuan tugas itu harus tetap melakukan swab maupun rapid secara massal, untuk mendeteksi Warga Semarang secara awal yang terkena positif corona," paparnya. 

Berdasarkan data Pemerintah Kota Semarang dalam laman siagacorona.semarangkota.go.id hingga Kamis sore, kasus kematian pasien Covid-19 di Kota Semarang sebanyak 481 orang dengan rincian 382 warga Semarang dan 99 warga luar Kota Semarang. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00