Memancing Danau Diatas Bukit, Embung Sebligo Lerep

3kembung6.jpeg
Memancing Danau Diatas Bukit, Embung Sebligo Lerep
Memancing Danau Diatas Bukit, Embung Sebligo Lerep
Memancing Danau Diatas Bukit, Embung Sebligo Lerep
Memancing Danau Diatas Bukit, Embung Sebligo Lerep
Memancing Danau Diatas Bukit, Embung Sebligo Lerep

Deskripsi Gallery

KBRN, Semarang: Mengenakan kaus merah dan celana jins warna krem, Andi (32) warga Desa Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang terlihat asyik dengan peralatan pancingnya. Ia sedang menanti umpan dari kail pancingnya, dimakan ikan.  

Siang itu, Andi bersama ayah dan adiknya tampak menikmati perjalanan jarak dekatnya. Selain bisa melancong, pria berperawakan kurus itu juga bisa menyalurkan hobi memancingnya. Embung Sebligo namanya, sebuah danau berukuran 40 x 60 meter itu berisi empat jenis ikan yaitu lele, bawal, nila, dan graskap. 

Embung yang dibangun pada ketinggian 600 meter diatas permukaan laut (mdpl) ini jadi bagian destinasi desa wisata Lerep, Kecamatan Ungaran, Barat, Kabupaten Semarang. Semula hanya berfungsi irigasi sawah dan perkebunan, tapi kini mulai bermetamorfosis jadi obyek wisata produktif andalan Desa Lerep. 

Andi mengaku sudah lima kali datang ke Embung Sebligo untuk memancing. Suasana adem dan tenang di lokasi wisata itu sangat disukainya. Memancing buatnya menjadi bagian refreshing, melepas penat rutinitas kesehariannya. Cukup membayar Rp 30 ribu, ia bisa melepas hasrat memancing. 

Bila beruntung, dirinya bisa membawa pulang ikan sebanyak-banyaknya. Dan, pengunjung pun tidak perlu membayar lagi ikan yang sudah didapatkannya. "Cuma sekali membayar, kalau pas dapat bisa bawa pulang tiga kilogram ikan. Pas apesnya kadang ya tidak dapat sama sekali," jelas pemuda yang memakai atribut topi putih dan rompi memadukan kaus merahnya. Ia tetap pakai masker memenuhi prosedur protokol kesehatan saat wisata.

Embung Sebligo dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rukun Santoso, secara sistem bagi hasil dengan BUMDes Lerep. Sempat terpuruk pada awal masa pandemi Covid-19 karena tutup total pada Maret lalu, kini obyek wisata itu mencoba bangkit kembali. Kembali dibuka September lalu, pengunjung sudah mulai berdatangan ke Lerep. 

Pengunjung lokal maupun luar kota seperti Jakarta, datang menikmati wahana mancing. Bahkan, kerap terlihat warga Korea yang lama tinggal di Indonesia ikut mancing di Embung Sebligo. Anggota Pokdarwis Rukun Santoso, Muhromin yang akrab disapa Amin mengatakan, pengunjung saat ini masih sepi karena masih khawatir adanya virus Korona. 

"Saat masa pandemi Covid-19 seperti ini agak sepi, hari biasa antara 10-15 orang, tapi Sabtu dan Minggu bisa 50 orang lebih. Sebelum pandemi, pengunjung jauh lebih banyak," jelasnya. Ia mendapat tambahan penghasilan dari pengelolaan wisata untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. 

Gallery Info

  •   Dibuat oleh : Royce Wijaya
  •   Tanggal : 03 Nov 2020

Share this

FOTO LAINNYA

00:00:00 / 00:00:00