Mendaki Puncak Gunung Ungaran

Mendaki Puncak Gunung Ungaran
Mendaki Puncak Gunung Ungaran
Mendaki Puncak Gunung Ungaran
Mendaki Puncak Gunung Ungaran
Mendaki Puncak Gunung Ungaran
31jung6.jpeg

Deskripsi Gallery

KBRN, Semarang. Bagi seorang pendaki, bisa menjelajahi puncak gunung merupakan kepuasan tersendiri. Rasa lelah seakan terbayar lunas, begitu mencapai puncaknya. Ketenangan batin dirasakan, sejenak lepas dari hiruk-pikuk perkotaan. Seperti hanya, Budi (27) pendaki gunung asal Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. 

Hobinya naik gunung ini untuk mencari ketenangan. Budi bukanlah pendaki pemula, menjelahi rimba tak bertuan kerap dilakukan. Naik turun gunung dilalui hanya untuk mencari kesenangan. Mendaki gunung sudah dilakukan pemuda berambut gondrong sejak beberapa tahun terakhir. Pernah naik M2M, tak lain Merbabu dan Merapi. Selain itu juga pernah menjelajahi 3S yaitu Sindoro, Sumbing, dan Slamet. 

Di Jateng, pernah naik Gunung Ungaran, Andong, Prau, dan Lawu. Pernah ke Jabar untuk naik Gunung Ciremai. Kemudian, di Jatim pernah naik Gunung Semeru, Arjuna-Welirang, dan Argopuro.  

Namun, masa pandemi Covid-19 membuat aktivitasnya terhenti sejenak. Baru awal Oktober lalu, dirinya bersama teman-temanya kembali naik Gunung Ungaran yang dekat dengan tempat tinggalnya. "Saya terakhir naik Gunung Ungaran pada Sabtu, 3 Oktober 2020 dari basecamp Mawar, Gunung Ungaran yang lokasinya berada diatas Umbul Sidomukti, Kabupaten Semarang," jelas Budi. 

Naik pada Sabtu (3/10/2020) jam 21.30, tiba dipuncak sekitar empat jam kemudian karena perjalanannya cukup santai. Dari puncak Gunung Ungaran, ia pun mengabadikan perjuangannya naik gunung bersama delapan orang temannya. Bukan hanya asal Semarang, di basecamp itu ia bertemu dengan rekannya dari Banjarnegara dan Klaten. Dia pun turun kembali ke basecamp Mawar pada Minggu (4/10/2020) jam 12.00.

Di basecamp Mawar tempat pendaki berkumpul, kata dia, juga diberlakukan penerapan protokol kesehatan. Pendaki yang hendak naik gunung, dicek suhunya, diminta mencuci tangan pakai sabun, serta diwajibkan pakai masker. "Setelah jalan naik gunung, tentu saja masker itu dibuka. Protokol kesehatan tetap dilaksanakan di basecamp Mawar," ungkapnya. 

Bagi pendaki sejati, mereka itu datang hanya untuk melampiaskan hobi dan mencari ketenangan. Saat ini, banyak yang mendaki karena hanya ingin gaya-gayaan. Di gunung, mereka juga memetik bunga yang seharusnya tidak diperbolehkan, karena untuk melestarikan lingkungan. 

Gallery Info

  •   Dibuat oleh : Royce Wijaya
  •   Tanggal : 31 Okt 2020

Share this

FOTO LAINNYA

00:00:00 / 00:00:00