Akibat Tanah Bergerak, 66 Warga Purworejo Mengungsi

KBRN, Purworejo : Jumlah pengungsi akibat bencana tanah bergerak yang meluluhlantakkan 15 bangunan di Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Senin (18/1/2021) sebanyak 66 orang. Pergerakan tanah yang terjadi di tiga desa pada Kecamatan Bruno itu terjadi akibat hujan deras dan angin kencang dalam sepekan terakhir.

Ketiga desa itu ialah Somoleter, Tegalsari, dan Kaliwungu. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kejadian berawal pada Rabu (13/1/2021), di mana retakan- retakan kecil semakin lama makin melebar dan mengakibatkan tembok dan lantai rumah rusak berat. Bangunan rumah dan tembok tempat ibadah juga roboh dan rata tanah.

Kepala BPBD Kabupaten Purworejo, Sutrisno, mengungkapkan, 21 kepala keluarga (KK) yang mengungsi terdiri atas warga RT1/ RW3 dan RT2/ RW3 Desa Somoleter. Desa Tegalsari jumlah bangunan terdampak ada 15 bangunan, 14 di antaranya rumah tinggal dan satu musala. Sebanyak 66 pengungsi kini tinggal di rumah keluarga dan tetangga.

"Sedangkan di Dukuh Kalibang RT3/ RW5 dan RT5/ RW5 Desa Kaliwungu, terdapat 16 bangunan yang tembok retak, ada juga yang kondisi lantainya jebol tak beraturan," kata Sutrisno. Kejadian tanah bergerak ini menjadi perhatian Bupati Purworejo, Agus Bastian. Pihak pemerintah daerah menginstruksikan lokasi bangunan yang rawan agar segera dikosongkan dansementara para warga yang terdampak diarahkan untuk mengungsi ditempat lebih aman.

"Saya sudah sampaikan ke pak Kades tadi tolong untuk ditembusi rumah-rumah yang sekiranya jauh dari risiko bencana, terutama yang kosong untuk bisa dijadikan tempat pengungsian atau posko sementara, sambil nanti dicarikan solusi hunian sementara," katanya, saat meninjau lokasi bencana. Dua bangunan rumah roboh dan 11 rumah milik warga terancam longsor, akibat bencana tanah bergerak di Kecamatan Bruno. 

Hingga saat ini, masyarakat disekitar lokasi tanah bergerak, masih waspada terhadap kemungkinan bencana susulan. Sebab, kondisi cuaca yang didominasi hujan ringan hingga lebat. Bantuan terhadap warga terdampak juga mulai berdatangan, yang berasal dari berbagai kalangan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00