Warga Desa Pasarbanggi Demo Perjuangkan "Kardus Bekas"

KBRN, Rembang : Warga Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang menggelar aksi demo di gudang Alfamart Rembang, Senin (17/1/2022). Aksi tersebut digelar lantaran pihak alfamart dinilai mengingkari janjinya ketika awal berdirinya di wilayah desa setempat.

Gerbang pintu masuk gudang diblokade oleh ratusan warga. Berbekal papan dengan tulisan tuntutan, kendaraan truk pengangkut barang alfamart dan pekerjapun tak bisa masuk gudang.

Kepala Desa Pasarbanggi, Rasno yang mendampingi aksi demo mengatakan aksi tersebut memang harus dilakukan. Pasalnya manajemen Alfamart diklaim telah mengingkari janjinya kepada warga Desa."Dia berjanji bahwa akan memberdayakan masyarakat dengan berdirinya ini (gudang alfamart) ," kata Rasno.

Dirinya mengungkapkan, pihak Alfamart dulunya berjanji bahwa lelang kardus bekas barang nantinya akan diprioritaskan untuk warga Desa Pasarbanggi. Namun kenyataannya, lelang kardus tersebut diberikan kepada pihak luar.

"Karena alfamart ini perusahaan besar dan taat aturan, kontrak pelelang atau vendor habis di bulan Desember selanjutnya diberikan ke warga. Tapi kemarin tanggal 7 Januari saya menagih ternyata itu cuma janji belaka, tidak ada realisasi," ungkapnya.

Dirinya menerangkan, jika lelang kardus tersebut diprioritaskan untuk warga Desa Pasarbanggi, nantinya akan dikelola oleh BUMDes. Dimana warga yang berusia lanjut tetap diberdayakan untuk ikut mengelola.

Dalam kesempatan itu, sempat terjadi pertemuan antara perwakilan manajemen Alfamart dan Pendemo.

Usai pertemuan, Jamil perwakilan manajemen Alfamart menyampaikan bahwa untuk tahun 2022 tidak ada lelang kardus bekas. Pemenang lelang tahun 2021, dalam hal ini PT Kilang Kusuma Kudus diperpanjang.Namun hasil keputusan rapat komite perusahaan memberikan kebijakan kuota 50 persen untuk PT Kilang Kusuma dan 50 persen untuk pihak Desa Pasar Banggi.

“Tahun 2022 nggak ada tender pengelolaan kardus bekas. Yang ada perpanjangan kepada vendor yang tidak melakukan kesalahan. Nggak hanya di Rembang, tapi di seluruh Indonesia. Pengelolaan kardus tahun 2022, 50 % untuk vendor dan 50 % untuk Pasar Banggi. Untuk selanjutnya bisa dibicarakan lagi, tapi saya nggak tahu kapan, “ terang Jamil.

Mendengar penjelasan itu, massa warga Desa Pasar Banggi bersikukuh menolak dan menghendaki pengelolaan kardus bekas secara penuh. Pihak manajemen berjanji akan memberikan keputusan Senin pekan depan. (MCS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar