LRCKJHAM: Atasi Kebutuhan Pangan di Masa Pandemi dengan "Tanam yang Kita Makan, Makan yang Kita Tanam"

Leny Ristiyani - Divisi Bantuan Hukum LRCKJHAM .jpg

KBRN, Semarang : Kaum perempuan yang terdampak perubahan pola hidup tatanan kehidupan baru akibat pandemi Covid-19 diharapkan mampu mencukupi kebutuhan pangan keluarga melalui kegiatan "Tanam yang Kita Makan, Makan yang Kita Tanam". Demikian diungkapkan oleh Divisi Bantuan Hukum Legal Resource Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRCKJHAM) Semarang Leny Ristiyani.

“Kami menggunakan strategi kampanye dalam Gerakan Perempuan Menanam untuk mengurangi beban perempuan dalam menyediakan ketersediaan pangan, kegiatannya adalah Tanam yang Kita Makan, Makan yang Kita Tanam,” jelas Leny.

Leny menilai pandemi Covid-19 memberi dampak besar pada kaum perempuan karena faktor domestikasi, dimana perempuan harus memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Pihaknya mengarahkan kaum perempuan untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga dengan menanam tanaman yang mudah dikonsumsi dan memiliki masa panen yang singkat.

“Masyarakat antusias pada gerakan menanam tanaman yang dipanen dan dapat dikonsumsi, masyarakat bebas memilih tanaman namun kami arahkan pada tanaman yang dapat dikonsumsi, seperti cabe, tomat, kangkung,” ujar Leny.

Selain menanam , LRCKJHAM juga menyoroti sisi ekonomi masyarakat yang terdampak dengan membuat program secara daring untuk ibu-ibu yang tidak dapat berjualan di pasar karena mengalami pembatasan kegiatan sosial.

“Kami membuat Pasar Online Perempuan, kegiatan ini dapat mengakomodasi ibu-ibu yang tidak bisa berjualan di pasar untuk melaksanakan proses jual beli secara daring,” lanjutnya.

Untuk meningkatkan target pemenuhan kebutuhan pangan pihaknya juga mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan lahan tanam yang sempit dan menggunakan barang-barang bekas sebagai media tanam.

“Untuk meminimalisir biaya dengan dana terbatas para peserta dapat memanfaatkan barang bekas dan seefisien mungkin sebagai media tanam, misal botol bekas. Kami juga melakukan pendampingan atau diskusi online, termasuk sosialisasi kegiatan menanam,” pungkasnya.

Untuk meningkatkan antusiasme peserta, LRCKJHAM juga menggandeng komunitas petani dari daerah Kendal dan Grobogan guna bertukar cerita inspiratif. (al)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00