Jukir Resmi Di Semarang Miliki Atribut Baru

KBRN, Semarang : Pemerintah Kota Semarang meluncurkan seragam baru bagi juru parkir (jukir) Kota Semarang di Lt 8 Ruang Lokakrida Kantor Balaikota. Para jukir biasanya mengenakan rompi berwarna orange, namun kini akan berganti mengenakan rompi bermotif batik Semarangan.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, adanya seragam baru dapat mengidentifikasi mana jukir yang resmi dan jukir liar. Sehingga, masyarakat yang hendak memarkirkan kendaraannya akan lebih merasa nyaman dan tenang.

"Saya harap lebih humanis. Jadi, kawan-kawan dengan dengan memakai seragam bisa teridentifikasi oleh masyarakat. Kalau tidak berseragam dipastikan jukir liar," ujarnya usai meluncurkan seragam baru jukir, Kamis (25/9/2020).

Hendi sapaan akrab Wali Kota ini menginginkan ada peningkatan kinerja. Ke depan, Pemerintah Kota Semarang juga berupaya memberikan fasilitas lain untuk para jukir agar mereka bisa tetap semangat dalam bekerja. Pasalnya, menurut Hendi, para jukir tidak hanya bekerja untuk keluarganya melainkan juga untuk pembangunan Kota Semarang.

"Mereka bekerja tidak hanya menghidupi keluarga tapi juga pahlawan pembangunan karena dipakai untuk pembangunaan di Kota Semarang," ucapnya

Pemerintah Kota Semarang juga menggagas konsep baru untuk parkir tepi jalan yakni menggunakan aplikasi yang nanti disematkan di seluruh gadget yang dimiliki juru parkir. 

Jukir hanya tinggal memotret kendaraan parkir tersebut kemudian tarif parkir akan ditagih sesuai lama parkir, sehingga Pengendara pun akan nyaman karena dipastikan mendapatkan struk parkir.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, sistem parkir ini bagian dari upaya lain mengingat regulasi sistem parkir berlangganan tidak dapat dipaksakan penerapannya.

Penerapan sistem parkir menggunakan gedget ini rencananya akan diuji coba di sepanjang jalan MT Haryono dengan total 30 jukir.

"Intinya, kami dapat memantau. Notifikasi di kami akan bunyi apabila tidak ada aktivitas lapor parkir," jelasnya.

Dengan sistem ini, Endro berharap bisa lebih meningkatkan pendapatkan parkir tepi jalan. Saat ini pendapatan parkir telah mencapai Rp 1,5 miliar atau 73,22 persen dari target Rp 2,1 miliar. Dia optimis pendapatan parkir akan mencapai target hingga akhir tahun anggaran nanti.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00