Kades Baru Di Rembang Diajak Ikut Perangi Stunting

KBRN, Rembang : Sejak menjadi program prioritas Pemerintah Pusat dalam hal kesehatan, Pemkab Rembang nampaknya tak main- main untuk mengurangi kasus stunting. Setelah menggelar workshop yang diikuti oleh sekolah- sekolah dan penyedia layanan kesehatan, selama dua hari , 5 sampai 6 Desember 2019 melalui Dinas Kelautan dan Perikanan menggelar Fisheries product grand expo atau pameran produk perikanan.

Bahkan sebanyak 235 Kepala Desa terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2019, diajak ikut ke pameran yang digelar dalam rangka Hari Ikan Nasional dan hari Nusantara ke-6 itu.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengatakan digelarnya Pameran Produk Berbahan Dasar Ikan dengan menghadirkan Kepala Desa yang baru saja dilantik ini untuk mengajak mereka mengetahui kondisi potensi laut yang ada di Rembang.

"Ini sudah kita rancang dengan Bapak Sekda, kenapa pelantikan kepala desa langsung diarahkan untuk mengikuti acara hari ulang tahun ikan yang ke-6, karena harapannya Kades dan tim penggerak PKK langsung bisa mengetahui kondisi laut kita. Manfaat daripada ikan salah satunya untuk mengatasi stunting, " imbuhnya.

Bupati menjelaskan jika generasi penerus akan dibiarkan terkena stunting, dimana bayi yang lahir kurang dari 48 centi meter bagi laki-laki dan 47 centi meter bagi perempuan) maka akan mengganggu kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Kasus bayi stunting secara nasional sebesar 33 persen dan kasus stunting di Rembang sebanyak 26 persen. 

Bupati menjelaskan untuk mengatasi stunting di Rembang dengan gemar makan ikan terutama bagi ibu hamil. Pasalnya kebutuhan protein bisa disuplay dari ikan laut dengan produksi per harinya tidak kurang 600 hingga 700 ton.

Selain diberi makan ikan menurut Bupati cara mencegah stunting dengan air susu ibu (ASI) bagi bayi usia 0 hingga 2 tahun.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang, Suparman melalui Kabid Bina Usaha Dan Peningkatan Daya Saing Sunyoto mengatakan Kegiatan pameran produk perikanan ini baru pertama kali dilaksanakan. Berbagai pihak turut berpartisipasi untuk mempromosikan potensi perikanan yang ada, termasuk Asosiasi Nelayan Cantrang Rembang.

“Besok ada workshop juga yang diikuti nelayan dan pengolah ikan yang ada. Kita datangkan narasumber asosiasi pengusaha rajungan Indonesia dan dari UNDIP Semarang, “ imbuhnya. 

Dalam kegiatan itu, para tamu undangan dan pengunjung makan bersama 6.000 lauk ikan secara gratis. Ada juga penyerahan 100 sertifikat hak atas tanah (Sehat) nelayan, 1.454 kartu asuransi nelayan, 244 kartu kusuka tahap 1. 

Selain itu juga diadakan penyerahan santunan klaim asuransi nelayan dan penyerahan hibah kepada 24 kelompok penerima hibah tahun 2019. (Mifta)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00