Minimnya Sosialisasi PMK, Buat Panik Peternak Sapi

KBRN, Pati : Sebagian peternak sapi di Kabupaten Pati merasa panik, menyusul endemi penyakit mulut dan kuku (PMK). Itu karena, minimnya sosialisasi pemerinah terkait penanganan penyakit yang banyak menyerang ternak jenis mamalia ini.

Para peternak terburu-buru menjual ternaknya, meski dengan harga yang lebih murah. Seperti yang dilakukan peternak sapi di Desa Sumberejo, Kecamatan Gunung Wungkal, Kabupaten Pati, beberapa pekan ini. Ini karena skitar 90 persen hewan ternak dari 200-an sapi di wilayah ini terjangkit PMK.

Diwawancara Kamis (30/6/2022) pagi, Kades Sumberejo Sururi mengatakan, akibat endemi PMK ini, para peternak di desanya, terpaksa menjual sapinya dengah harga Rp 5 juta/ekor hingga Rp 8 juta/ekor. Ini jauh lebih murah dari harga normal yang berkisar Rp20 juta/ekor. Itu dilakukan, karena peternak takut merugi bila sapinya tertular virus PMK.

“Akibat pandemi tersebut, menyebabkan tidak sedikit sapi hamil mengalami keguguran. Bahkan ada juga janin sapi mati di dalam kandungan. Untuk mengatasi penyebaran wabah PMK ini, sebagian peternak juga mengkarantina sapi yang kondisinya sudah lumpuh,” katanya.

Menurutnya, sejumlah upaya sudah dilakukan termasuk memberikan probiotik sebagai penambah imun bagi ternak, dan menyempatkan eco enzym di lingkungan kandang.

Untuk menangani wabah itu, Pendamping Desa setempat, Handoko memberikan pelatihan penanganan PMK secara mandiri. “Pelatihan tersebut berisi pembuatan probiotic dan aplikasi eco enzyme. mengingat, saat ini belum ditemukan obat yang tepat, untuk mengobati sapi yang terkena pmk. maka peternak harus melakukan sterilisasi kandang,” terangnya.

Data dari dinas pertanian dan peternakan (dispertan) pati hingga pekan kemarin, sedikitnya ada 1.633 hewan ternak di pati yang terindikasi terkena pmk. dari jumlah itu, 690 hewan ternak dinyatakan sembuh, 50 ekor sapi mati, 9 sapi dipotong paksa dan 35 kerbau dipotong. sedangkan sisanya masih dalam penanganan.(Agus Pambudi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar