Krisis Air Bersih Hantui Masyarakat Sekitar Proyek Bendungan Bener

KBRN, Purworejo : Masyarakat sekitar lokasi pembangunan Bendungan Bener mengeluhkan masalah air bersih, semenjak eksploitasi lahan dilakukan pelaksana proyek. Pemerintah dituntut memberikan solusi, mengingat proses pembangunan bendungan masih membutuhkan waktu cukup lama.

Hal itu mengemuka pada kegiatan reses masa persidangan pertama anggota Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Purworejo Muhammad Abdullah di komplek wisata Bukit Seribu Besek, Kecamatan Bener, Minggu (23/1/2022). Kegiatan dihadiri oleh ratusan konstituen masyarakat, yang mayoritas berasal dari masyarakat terdampak Bendungan Bener.

Usai kegiatan, Muhammad Abdullah, menyampaikan keluhan masyarakat secara garis besar, yakni kurangnya air bersih sejak proyek Bendungan Bener dimulai. Padahal, sebelumnya wilayah tersebut merupakan daerah yang kaya akan air bersih.

“Masyarakat sudah lama dijanjikan masalah air bersih akan diselesaikan namun sampai saat ini masih banyak yang mengeluhkan kekurangan air bersih,” katanya.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Muhammad Abdullah, akan menyampaikan persoalan ini kepada pihak pelaksana proyek Bendungan Bener, dan menjalin komunikasi dengan pemerintah/eksekutif untuk dapat memprioritaskan masalah tersebut didalam rencana pembangunan tahun ini.

Berkaitan dengan perjuangan masyarakat untuk mendapatkan pembayaran ganti rugi, lanjut Muhammad Abdullah, dirinya bersama warga terus berupaya mendorong pemerintah dan pihak terkait pembebasan lahan Bendungan Bener, untuk segera memenuhi hak-hak masyarakat terdampak bendungan.

“Sampai hari ini masih sekitar dua puluh tujuh persen masyarakat terdampak Bendungan Bener yang belum mendapatkan UGR (uang ganti rugi,red),” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar