Raperda Perlindungan Nelayan Ditargetkan Rampung Dua Bulan Kedepan

KBRN, Semarang : Peraturan daerah tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan, pembudidaya ikan, dan petambak garam yang merupakan turunan dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 ditargetkan selesai dalam 2 bulan kedepan.

Ketua Pansus Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam Riyono berharap, Perda ini dapat membantu para nelayan terutama saat terjadi paceklik dikarenan cuaca.

“Perlindungannya bisa seperti asuransi dan itu lumayan untuk membantu nelayan-nelayan. Jika terjadi kecelakaan kerja atau bahkan ketika mereka tidak bisa bekerja ada asuransi yang mengcover mereka” kata Riyono kepada RRI Jumat (21/01/2022).

Di Jawa Tengah asuransi nelayan tahun 2022 sudah mulai berjalan dan telah diajukan asuransi nelayan bagi 10 ribu nelayan Se-Jawa Tengah. Meskipun belum seluruh nelayan tercover asuransi, namun dirinya menganggap ini sebagai permulaan untuk terus dikembangkan.

Riyono mendorong pembentukan korporasi nelayan yang kuat. Saat ini di Jawa Tengah kelembagaan para nelayan masih bersifat kelokalan. Diharapkan dengan pembentukan korporasi yang kuat dapat membentuk Badan Usaha Milik Nelayan.

Menurutnya, saat ini yang paling dibutuhkan oleh para nelayan adalah tempat parkir. Tempat parkir ini berada di Pelabuhan. Salah satu Pelabuhan yang didorong adalah di Tegal. Di sana ada perbaikan sarana prasarana untuk memperlancar adanya tempat parkir bagi nelayan besar.

Riyono berharap Pemerintah lebih memperhatikan masyarakat nelayan, pembudidaya ikan dan petani salah satunya dengan alokasi APBN dan APBD, karena saat ini alokasi anggaran dari APBN dan APBD bagi nelayan, pembudidaya ikan dan petani masih dibawah 5 persen.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar