Kawasan Museum Kota Lama Perlu Rekayasa Lalu Lintas

KBRN, Semarang : Pembangunan Museum Kota Lama di area Taman Bubakan telah selesai dikerjakan, dan tinggal menunggu waktu diresmikan. Meskipun area museum belum dibuka untuk umum, namun masyarakat diizinkan untuk beraktivitas disekitar taman museum Kota Lama.

Dari pantauan RRI, Sabtu (22/1/2022) pagi hingga menjelang siang, berbagai rombongan wisatawan baik dari dalam kota maupun luar kota, silih berganti menikmati suasana taman museum kota lama.

Salah satunya adalah Fadi pengunjung taman Museum Kota Lama mengatakan museumnya kota lama sangat antik. Meskipun tidak bisa masuk ke dalam museum, menurutnya museum Kota lama yang tergolong baru dibangun, namun designnya disesuaikan dengan arsitek Kota Lama.

“Saya tertarik datang lagi setelah nanti dibuka,” kata Fadi yang datang dari Yogyakarta bersama temannya.

Sementara itu, Dedi juru parkir tepi jalan MT Haryono mengatakan keberadaan museum kota lama akan menunjang pariwisata di kota Semarang khususnya Kawasan Kota Lama.

Bikin Macet

Pembangunan taman Museum Kota Lama menutup akses penghubung jalan MT Haryono menuju jalan Pattimura. Penutupan akses jalan yg dijadikan taman, membuat pengendara harus memutar mengitari Museum Kota Lama.

Taman Museum Kota Lama yang menutup akses penghubung jalan MT Haryono ke Jalan Patimura juga berdamak pada pengendara dari Sayangan. Pengendara dari Sayangan tidak bisa memutar di bundaran Bubakan menuju arah pasar Johar atau jalan KH Agus Salim, namun harus memutar melalui jalan Dr Cipto.

Selanjutnya, belok kanan ke jalan Sidorejo, dan belok kanan ke arah jalan MT Haryono.

Rekayasa lalu lintas ini mendapat protes dari masyarakat. Salah satuny Robby pengemudi ojeg online mengeluhkan jarak yang ditempuh jadi lebih jauh dari biasanya.

“Harus mutar ke jalan Dr Cipto, padahal dulu bisa langsung kearah jalan KH Agus Salim,” ucap Robby saat ditemui di warung seberang Museum Kota Lama.

Keluhan juga diutarakan Untung Wahyudi, pemilik tambal ban di seberang Museum Kota Lama. Dia mengeluh banyak pengendara khususnya roda 2 yang nekat melawan arus untuk bisa langsung ke jalan KH Agus Salim, meskipun sudah terpasang water barrier yang mengakibatkan kemacetan terutama saat pagi dan sore hari.

“Jadi tambah kacau, banyak yang tambah bingung,” keluh Untung.

Dirinya berharap pemerintah segera memberikan solusi agar tidak macet di sekitar jalan Museum Kota Lama.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar