Lahan Milik Warga Pro Quarry Bendungan Bener Dirusak Oknum Tak Dikenal

KBRN, Purworejo : Warga Desa Wadas Kecamatan Bener mengeluhkan adanya perusakan tanaman oleh orang tidak dikenal di lokasi yang telah ditetapkan sebagai tambang quarry untuk pembangunan Bendungan Bener.

Perusakan ini ditengarai adanya perpecahan masyarakat, antara yang menerima tambang dan menolak tambang. Hubungan masyarakat disana semakin memanas, jelang pengukuran lahan terdampak tanbang quarry.

Wasisno (54), warga Dusun Kaliancar Desa Wadas Kecamatan Bener, mengaku resah dengan adanya perilaku oknum masyarakat yang bertindak merusak. Pasalnya tanaman yang dirusak berada di lahan yang akan diberikan ganti rugi oleh pemerintah.

“Sedangkan proses (pembebasan lahan,red) belum dilakukan, padahal tanamanya (diatas pahan,red) ikit dihitung (menentukan nilai ganti rugi,red),” katanya, Selasa (18/1/2022).

Wasisno, menyebutkan, pohon miliknya yang dirusak merupakan tanaman yang memiliki nilai apraisal yang tinggi. Diantaranya, pohon durian, pohon duku, kelapa, dan tanaman keras lainya.

“Satu pohon bisa satu juta (nilai apraisal),” ungkapnya.

Dikatakan, Wasisno dan saudaranya, memiliki lahan kurang lebih sepuluhribu meter persegi. Bamun Ia dan adik-adiknya belum melakukan cek ke seluruh lahan.

“Sampai saat ini ada lima pohon, yang baru ketahuan,” ujarnya.

Menurut Wasisno, pelaku perusakan memiliki trik untuk mengelabui pemilik lahan, yakni dengan cara memotong pohon kemudian menancapkan kembali ke tanah.

“Jadi ketahuanya kalau sudah kering,” ucapnya.

Perusakan ini, lanjut Wasisno, tidak hanya dialami dirinya. Banyak yang sudah mengadukan kejadian yang sama kepada kepala desa setempat.

Kepala Desa Wadas, Fahri Setyanto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Bamun pihaknya tidak dapat berbuat banyak, mengingat peristiwa ini menjadi ranah aparat penegak hukum. Total kerugian semua korban apabila dikumpulkan dapat mencapai puluhan juta rupiah.

Sementara itu, Kapolsek Bener Iptu Setyo Raharjo, mengaku belum menerima laporan seperti yang diberitakan. Ia mempersilakan kepada masyarakat untuk segera melapor apabila diperlukan.

“Belum ada laporan,” katanya singkat.

Dia menghimbau kepada masyarakat untuk saling menghormati dan tidak melakukan tindakan melawan hukum demi keamanan semua pihak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar