Geram Jateng Dampingi Narapidana Lapas Kedungpane Melalui Pendekatan Agama

KBRN, Semarang : DPD Gerakan Rakyat Anti Madat (Geram) Jawa Tengah menjalin silaturahmi sekaligus mengawasi peredaran narkotika di Lapas Kelas I A Kedungpane Semarang, Kamis (13/1/2022) 

Ketua DPD Gerakan Rakyat Anti Madat (Geram) Jawa Tengah Havid Sungkar menjelaskan, stigma yang berkembang di masyarakat terkait fenomena suburnya peredaran narkoba menjadi pelecut keingintahuan untuk melakukan pendekatan sosial. 

"Kasus narkoba paling banyak dibanding yang lain. Ikut bersama mengawasi munculnya anggapan masyarakat dengan masih tingginya para pelaku narkoba yang menggunakan bahkan mengedarkan narkoba di Lapas," jelasnya kepada rri.co.id, Jumat (14/1/2022).

Setelah Covid-19 mereda, lanjutnya, Geram kembali melakukan penyeluhan, tetapi menggunakan pendekatan agama.

"Ketika masa tahanan habis, mereka (para napi) melanjutkan kehidupannya. Tentu, bekal berupa ketenangan jiwa agar kembali diterima di masyarakat," tambahnya. 

Havid menambahkan, meski bersatus eks narapidana mereka masih berhak menjadi panutan lantaran sering kali di kucilkan di masyarakat.  

"Agar masyarakat sadar setelah mereka kembali ke keluarga atau lingkungan masyarakat bisa diterima. Sebab biasanya penilaian positif diri mereka terhapus," imbuhnya. 

Sementara, Kepala Lapas Kelas I A Kedungpane Semarang Supriyanto mengapresiasi bentuk pendampingan terhadap para narapidana yang dilakukan DPD Geram Jawa Tengah. 

"Kami sangat mendukung partisipasi Organisasi masyarakat untuk membantu pendampingan selepas narapidana menjalani masa tahanan," jelasnya. 

Menurutnya, dari total 1.100 tahanan 80 persen diantaranya terjerat kasus narkotika. 

"Jadi pendekatan agama dilakukan supaya lebih efektif," ujarnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar