Penyakit Tidak Menular Perlu Diwaspadai

KBRN, Semarang : Meski jumlah kasus positif Corona terus mengalami penurunan, namun penyakit noninfeksius atau penyakit tidak menular juga harus diwaspadai.  

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang M Abdul Hakam menjelaskan, saat ini pihaknya tidak hanya fokus pada kasus penyakit infeksius seperti Covid-19, namun penyakit noninfeksius setiap tahun warga yang terkena penyakit tidak menular (PTM) ini angkanya terus mengalami kenaikan. 

Misalnya penyakit Diabetes Melitus (DM), Hipertensi, hingga Obesitas. 

Upaya untuk mengantisipasi semakin tingginya angka kasus PTM, pihaknya menyebut Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) menjadi salah satu pilar yang mampu mencegah penyakit Infeksius maupun penyakit tidak menular. 

"Sebelum pandemi memang sudah kita lakukan Germas tapi belum seheboh ketika kita terapkan protokol kesehatan saat pandemi, saat ini memang belum nampak berubah tapi ini usaha dalam rangka untuk menuju bisa menekan PTM," jelas Hakam 

Kota Semarang sendiri dengan konsep Smart City sudah menerapkan Germas, bahkan didalamnya ada lima klaster yakni klaster aktivitas fisik, klaster edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). 

"Lalu, klaster deteksi penyakit dini yang didalamnya termasuk random sampling Covid-19, klaster pangan sehat dan bergizi serta klaster kesehatan lingkungan. Untuk memfasilitasi kelima klaster tersebut, Dinas Kesehatan Kota Semarang memiliki kegiatan bernama Lawang Sewu (Layanan Warga Semarang Sehat Setiap Waktu)," katanya.

Kegiatan ini, lanjut Hakam, diadakan di masing-masing Puskesmas di tiap Kecamatan yang ada di Kota Semarang. 

"Kita punya konsep baru, jadi kita punya data dari start up misalnya gofood, grabfood, shopee food, data nya kita minta per kelurahan, jadi nanti kita akan melihat faktor resiko warga yang paling tinggi di daerah tersebut. Sehingga kita bisa mengetahui pola makan mereka dari makanan yang sering dipesan," paparnya. 

Melalui data pemesanan makanan yang bisa di tracking di setiap Kelurahan, nantinya akan diketahui pola hidup warga di Kota Semarang yang tidak sehat. 

Nantinya Dinas Kesehatan akan mengirimkan nutrisionis ke daerah tersebut, untuk memperbaiki pola hidup mereka. Tujuannya, warga dengan PTM akibat pola hidup yang tidak baik bisa berkurang. 

"Jadi kita bisa lihat lifestyle atau pola makannya, dan kedepan bisa dideteksi resiko penyakitnya misalnya obesitas, jadi sekarang ini edukasi dan pencegahan yang lebih diutamakan daripada memberikan treatment, adi kita terjunkan para nutrisionis yang ada di Puskesmas untuk memberikan edukasi supaya lifestyle diperbaiki," ucapnya.

Selain pola makan yang akan diatur oleh nutrisionis, upaya mencegah warga dengan PTM adalah dengan meminta warga rajin melakukan olahraga di sport center yang sudah banyak dibangun oleh Pemerintah Kota Semarang.  

"Aktivitas fisik juga bisa dilakukan kan Pemkot sudah sediakan fasilitas olahraga berupa sport center seperti TLJ, harapannya yang lansia bisa senam, yang usia produktif bisa tenis atau nge gym, futsal," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar