Difabel Belum Dipercaya Terlibat Dalam Kepemerintahan

KBRN, Semarang : Penyandang disabilitas masih belum sepenuhnya dipercaya terlibat dalam kepemerintahan. Ketua Perkumpulan Peduli Penyandang Disabilitas (PERPPED) Bambang Suyono menyatakan, secara umum dari pihak Pemerintah belum bisa mengerti dan mengakui potensi penyandang disabilitas.

Ia juga menyinggung adanya kejanggalan ketika seorang tuna netra asal Pekalongan yang lolos tahap-tahap CASN ditolak ketika sampai pusat dengan berbagai macam alasan.

“Kalau bicara potensi, potensinya banyak, doktor sudah banyak, S2, S1 sudah banyak. Sebetulnya mereka sudah bisa jadi pemimpin,” ujar Bambang pada Dialog Interaktif Pro 1 RRI Semarang dalam rangka Hari Disabilitas Internasional, Jumat (3/12/2021).

Ia berpendapat, walaupun sudah banyak penyandang disabilitas yang bekerja di Dinas Sosial maupun Dinas Pendidikan, masih sulit untuk berasimilasi ke dalam dinas-dinas lainnya. Potensi yang dimiliki para penyandang disabilitas, seharusnya diberi ruang dan kesempatan untuk terlibat.

Namun, Bambang memaklumi usaha pemerintah dalam inklusi penyandang disabilitas yang belum memenuhi harapan. Ia juga mengkritik efektivitas Komisi Nasional Disabilitas (KND) sebagai institusi penggerak tanpa wewenang eksekusi yang kuat terhadap kesejahteraan penyandang disabilitas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar