Warga Komplek LI Dimintai Kosongkan Lahan

KBRN, Pati : Penanganan bekas komplek lokalisasi Lorog Indah (LI) di Desa Margorejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati kembali dibahas. Ini terkait dengan tindak lanjut pascapenutupan lokalisasi tersebut, sejak beberapa bulan lalu.

Pemerintah Kabupaten Pati bersikeras akan menutup komplek lokalisasi LI selamanya. Bahkan, serius untuk membongkar semua bangunan yang ada di komplek tersebut tanpa terkecuali. Sebelum melaksanakan pembongkaran bangunan di komplek tersebut, Pemerintah Kabupaten Pati, membahasnya lebih dulu bersama Polres, Kodim, MUI, ormas Islam, serta paguyuban masyarakat di lokalisasi setempat. Pembahasan rencana itu di Mapolres Pati, Jumat pagi (3/12/2021).

Usai pembahasan rencana pembongkaran tersebut, Bupati Pati Haryanto menegaskan, sikap Pemkab jelas bangunan di lokalisasi itu harus dibongkar dan dikembalikan ke fungsinya sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan sesuai Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2020 - 2030.

“Selama ini mereka sudah melanggar Perda RTRW, karena itu lahan hijau berkelanjutan. Kemudian yang memiliki usaha laundry bisa ke tempat lain, akan diberikan order 50% dari hotel, kemudian yang mau peternakan, atau budidaya jamur beliau (Wabup) juga mengakomodir. Kalau mereka ingin berusaha kuliner, salon, dan lain-lain di sana memang tidak bisa, justru nanti saya yang melanggar, karena di situ lahan hijau berkelanjutan. Kalau di sana memang kawasan industri saya suruh mengurus izinnya,” kata Bupati

Wakil Bupati Siaful Arifin menambahkan, bagi warga komplek Lorog Indah bisa berusaha tidak di lokasi yang dalam beberapa waktu akan dikembalikan ke fungsinya sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan. Pihaknya selaku pemilik Safin Hotel juga akan memberikan sebagian jatah loundrynya kepada mereka. “ini menjadi salah satu alasan untuk mereka tidak tinggal di sana. Kalau di sana beda lagi urusannya. Kalau saya pengin, kalau ada yang usaha jamur, saya punya di Tayu saya kasih tempat di sana. Ini solusi terbaiklah ya untuk mereka,” katanya.

Menanggapi sikap Pemkab Pati itu, Ketua Paguyuban Warga LI Mastur berharap, ada kebijakan pemerintah yang dapat memberikan kesempatan warga untuk menempati bangunan di komplek tersebut, sebagai tempat tinggal. “Terus bagaimana nanti yang punya rumah tanah di sana. Kalau dibongkar terus mau tinggal di mana. Kalau sudah tidak ada aktifitas, rumahnya bisa ditempati untuk rumah tangga. Jadi kita belum bisa menerima,” terangnya.

Saat ini para penghuni bangunan yang ada di lokalisasi Lorog Indah, masih diberi kessempatan untuk mengambil barang-barang yang masih bisa dimanfaatkan, hingga 30 Desember 2021. Selebihnya, kata Bupati Haryanto, pihaknya akan menindaklanjuti dengan tahapan kegiatan yang sudah diagendakan.(Agus Pambudi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar