Diskusi Dengan ODHA di Banyumas, Taj Yasin Siapkan Beberapa Solusi

KBRN, Semarang : Memeringati Hari AIDS sedunia, Wakil Gubernur Jawa Tengah memberikan kejutan kepada segenap Orang Dengan HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas.

Orang nomor dua Jawa Tengah itu menghampiri langsung acara peringatan Hari AIDS yang digelar oleh Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Banyumas, di Galery Water Karangmangu (GWK), Rabu (1/12/2021).

Setibanya di GWK, panitia acara langsung memberikan pin peringatan Hari AIDS kepada Taj Yasin. Setelah memakai pin tersebut, dia langsung menemui ODHA yang tengah asik memancing. Tak hanya itu, Taj Yasin juga mengajak ODHA berdiskusi mengenai kondisi mereka.

"Alhamdulillah kami rutin minum obatnya (Antiretroviral), bapak. Saya sendiri diingatkan terus sama anak untuk minum obat," kata Daniel Nugroho, salah seorang ODHA, kepada Taj Yasin.

Taj Yasin kemudian menanyakan bagaimana pelayananan dan biaya berobat. Kepada Taj Yasin, Daniel mengaku jika rekan-rekan ODHA cukup kesulitan lantaran biaya pendaftaran yang relatif mahal untuk mendapatkan Antiretroviral (ARV).

Kata dia, saat hendak mendaftar ke RSUD Margono Soekarjo, para ODHA harus membayar biaya pendaftaran senilai Rp. 105 ribu. Oleh karenanya, dia mendorong agar para ODHA dapat mendaftar dan mengambil obat di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

"Kami mendorong teman-teman komunitas mengakses (ARV) di Puskesmas, karena hanya bayar Rp. 5 ribu. Cuman, aksesnya kan jauh, mungkin butuh dukungan transportasi. Ada juga faktor cuaca, kadang kecapekan, kelelahan, kami tidak bisa berjuang sendiri. Saya senang bapak bisa hadir di sini," tambah dia.

Daniel juga menjelaskan perlu adanya solusi bagi ODHA apabila ingin mengobati penyakit penyerta mereka. Menurutnya, fasilitas perawatan dan pengobatan hanya ada di rumah sakit yang biayanya relatif mahal. Sementara sebagian dari mereka tidak memiliki BPJS Kesehatan. Dia menjelaskan jika sebagian ODHA tidak memiliki NIK lantaran mereka hidup sebagai anak jalanan. 

Mendengar hal tersebut, Taj Yasin menyatakan akan segera mendapatkan solusi bagi para ODHA. Menurutnya, beberapa persoalan yang sudah didengar tadi akan segera dia tindak lanjuti dengan beberapa OPD terkait. 

"Masalah kita akomodir. Nanti kita coba koordinasi dengan OPD terkait. Karena mereka ternyata butuh bagaimana mereka bisa masuk ke Program Keluarga Harapan (KPH),"kata ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jawa Tengah itu.

Lebih jauh, Taj Yasin juga menawarkan kepada ODHA yang belum memiliki NIK agar segera melapor. Dia akan segera menindaklanjuti laporan tersebut supaya hal itu segera terealisasi.

"Saya minta kepada tiga kelompok di Banyumas, mana saja yang belum punya NIK laporkan kepada kami. Nanti biar kami koordinasi dengan Kabupaten Banyumas. Sehingga mereka bisa mendapatkan NIK dan bisa mendapatkan BPJS," tandasnya.

Taj Yasin berharap semua pihak mau bersinergi untuk menanggulangi AIDS. Dia ingin agar di tahun 2030, Jawa Tengah telah menyelesaikan masalah AIDS. Usai berdiskusi, Taj Yasin juga memberikan bantuan sembako kepada para ODHA yang hadir.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar