50 Persen Produksi Garam di Pati Tidak Sesuai SNI

KBRN, Pati : Hasil pengawasan BPOM di Semarang terhadap produksi garam beryodium di Kabupaten Pati masih banyak tidak memenuhi ketentuan. Kandungan yodium garam yang dihasilkan produsen garam masih di bawah Standart Nasional Indonesia (SNI).

Sebagian produksi garam dari Kabupaten Pati kandungan yodiumnya masih di bawah 30 ppm yang dipersyaratkan. Hasil produksinya jauh dari Standar Nasional Indonesia (SNI).

Kepala BPOM Semarang Sandra Maria Philomena Linthin mengatakan, kandungan yodium harus sesuai SNI, untuk pengendalian angka stunting, supaya anak-anak Indonesia bisa tumbuh menjadi generasi yang berkualitas dan berdaya saing. “Tentu garam yang beryodium akan berkontribusi pada pengendalian angka stunting ini,” jelasnya usai Forum Group Disscusion (FGD) Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Produk Garam di Kabupaten Pati di Safin Hotel Pati, Rabu (1/12/2021).

Dan melalui FGD yang melibatkan lintas sektoral termasuk perguruan tinggi, IKM/UKM dan perwakilan YLKI itu, diharapkan lebih bersinergi dalam pengawasan garam beryodium di pasaran umum sesuai tugas pokok dan fungsinya. Sedang kurang maksimalnya pengawasan akibat  pandemi yang membatasi aktifitas pertemuan, disinyalir berdampak turunnya kualitas garam dari sisi kandungan yodium. “Sebenarnya diasa pandemi ini yang kelihatannya membatasi kita untuk onside sehingga ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu, ada persaingan bisnis serta pemalsuan merek dagang “ jelasnya.

Ketua Asosiasi Produsen Garam Konsumsi Beryodium (Aprogakob) Budi Satriyono mengatakan, justru ketidak-taatan produsen-produsen garam yang nakal, yang sebenarnya merusak pasaran garam beryodium produksi dari Pati. Ini, akibat pengawasan yang kendor dalam dua tahun terakhir ini akibat pandemi Covid-19.

“Kelihatanya dala dua tahun terakhir ini hampir tidak ada kontrol ke tempat-tempat industri. Biasanya itu setiap sebulan sekali Disdagperin melakukan quality control di tempat industri kita. Selama pandemi ini off selama setahun terakhir, sehingga perusahaan-perusahaan yang dikontrol jadi kendor lagi, untuk meningkatkan kualitas produksi garamnya,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan meningkatkan kualitas dan daya saing produksi garam beryodium di Kabupaten Pati, BPOM Semarang bersama Pemkab Pati meneken kesepahaman bersama (MoU) untuk efektifitas pengawasan obat dan makaman di Kabupaten Pati.(Agus Pambudi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar