Kelurahan Tidar Utara, Kampung Religi Kedua di Kota Magelang

KBRN, Magelang : Wali Kota Magelang Muchamad Nur Azis menargetkan di tahun 2022, ada 17 kelurahan di Kota Magelang yang mencanangkan diri sebagai Kampung Religi.

”Pencanangan ini baru titik awal, karena kami akan melakukan evaluasi terus menerus, mengawal bagaimana pencanangan ini akan konsisten dilakukan seluruh masyarakat di Kota Magelang,” kata Wali Kota Magelang Muchamad Nur Azis pada peresmian Kampung Religi di Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan, Rabu (1/12/2021).

Azis mengatakan, Kampung Religi memiliki manifestasi sebagai gerakan moral yang terbebas dari pelanggaran norma-norma agama. Juga, merupakan gerakan moral warga untuk saling mengedepankan toleransi antarumat beragama. Termasuk melakukan kajian dan pendalaman masing-masing agama.

Menurutnya, perilaku positif setiap individu bisa dinilai dari pemahaman ajaran agama masing-masing.

Diharapkan, dengan pencanangan  tersebut seluruh warga mampu menjalankan norma agama dengan baik, sehingga terhindar dari pelanggaran norma lainnya.

”Jadi gerakan moral ini harapannya mampu menekan atau bahkan menghilangkan tindak kriminalitas, narkoba, pelanggaran norma masyarakat, tatanan sosial, dan lain sebagainya. Termasuk di dalamnya ada saling menghargai dan toleransi setiap pemeluk agama,” ujarnya.

Pada kesempatan itu,  Aziz mengapresiasi masyarakat Kampung Tidar Krajan, Kelurahan Tidar Utara,  karena sebelum pencanangan  tersebut  telah menunjukkan berbagai kegiatan yang bertoleransi. Masyarakat Tidar Utara yang sangat heterogen, tetapi mampu mempraktikkan kegotong-royongan sebagai warisan budaya. ”Saya harap dari gerakan Kampung Religi, selanjutnya mempermudah untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Kota Magelang. Seperti angka pengangguran, angka kemiskinan, dan sebagainya. Silahkan masyarakat manfaatkan program Rodanya Mas Bagya, Rp30 juta per RT, untuk menghidupkan gerakan kampung religi ini,” imbuhnya. Wakil Walikota Magelang,  Mansyur menambahkan, beberapa indikator Kampung Religi, antara lain keimanan dan ketaqwaan warga terhadap Tuhan Yang Maha Esa, pengetahuan keagamaan semakin luas, dan luwes serta sikap toleransi. ”Kemudian, kerukunan umat beragama semakin lestari, pengamalan ibadah mantab, tempat-tempat ibadah makmur, dan masyarakatnya ber-akhlakul karimah. Masyarakatnya juga semakin gigih, giat, dan aktif ikut serta dalam pembangunan Kota Magelang,” kata dia.

Ia mengatakan, Kampung Religi  tersebut merupakan salah satu wujud pembinaan bagi masyarakat Kota Magelang dan upaya fasilitasi aspirasi warga yang peduli terhadap pendalaman beragama. Selain itu, pencanangan kampung religi juga dalam rangka membentuk jejaring religius sejak dini yang dimulai dari tingkat paling bawah yakni keluarga. Diharapkan, kepedulian masyarakat terkait toleransi dan kerukunan umat beragama semakin tinggi. Dyas

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar