Ketua PWI Jateng Ingatkan Wartawan Pahami Kode Etik

KBRN, Pati : Wartawan atau awak media wajib memahami kode etik, saat menjalankan profesinya sehari-hari. Mereka juga harus waspada dan berhati-hati dalam menggali fakta yang hendak ditulis.

Wartawan dituntut untuk menyajikan fakta dengan benar dan bertanggung jawab serta tabayun (konfirmasi) secara disiplin.

Demikian diungkapkan Ketua PWI Jawa Tengah Amir Mahmud saat orientasi wartawan yang diselenggarakan PWI Kabupaten Pati, di ruang rapat Pragola Setda Pati, Selasa (30/11/2021).

"Media sekarang ini tidak lepas dari peran publik, serta pengembangan platform antar media. Kita bisa berkarir di media cetak, Kita boleh berkarir di media online, sebagai wartawan televisi, sebagai wartawan radio, tapi hakikatnya kita ini itu adalah platform, itu adalah wadah. Tapi kita hakikatnya wartawan. Jurnalisme tidak akan mati tidak akan berhenti hanya larena berkembang karena platform,” jelasnya.

Menurut Amir, hukum pers dan kode etik jurnalistik menjadi hal mutlak untuk dikuasai diawal menjadi wartawan. Dua hal itu menjadi materi yang diujikan paling lama pada Uji Kompetensi Wartawan (UKW). “Materi ini mulai diujikan pada 2018. Sebelumnya kita baru merekontruksi elemen-elemen praktik di dalam dunia kewartawanan. Belum pada pemahaman-pemahaman mengenai media, hukum media dan kode etik jurnalistik,” jelasnya.

Sisi terpenting media atau pers itu, kata Amir Mahmud, aspek preventif. Ini untuk menghindarkan pemberitaan berurusan dengan celah sosial dan celah hukum. Seperti terbitnya pemberitaan sentimen SARA, sentimen gender, atau sentimen emosi tentang masa depan anak-anak, penistaan, pencemaran nama baik, ketidak berimbangan penyajian berita yang menyebabkan verifikasi jadi masalah, yang bisa menjadi celah pidana yang mengancam wartawan.

Orientasi wartawan, diikuti 17 wartawan dengan area liputan di Kabupaten Pati. (Agus Pambudi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar