Pariwisata Dibuka, Event Diperbolehkan Tapi Tetap Prokes

KBRN, Semarang : Pemerintah Kota Semarang memperbolehkan gelaran event dengan pembatasan dan penerapan protokol kesehatan. 

Seiring status Kota Semarang yang sudah masuk PPKM level 1 diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kegiatan sosial budaya, termasuk event. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari menjelaskan, event seperti pertunjukan musik, seni budaya, pameran, maupun kegiatan lainnya sudah diperbolehkan. Hal itu bukan berarti boleh menggelar event besar seperti sebelum pandemi yang bisa mengundang banyak orang.

Ia menekankan event boleh digelar dengan pembatasan supaya tidak menimbulkan kerumunan. 

Pembatasan diatur dalam Instruksi Wali Kota Semarang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM Level 1 dalam rangka pencegahan penyebaran dan pengendalian Covid-19 di Kota Semarang. 

Dalam aturan tersebut, kegiatan seni, budaya, dan olahraga (lokasi seni, budaya, olahraga, dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) diizinkan buka paling banyak 50 persen dari kapasitas. 

Seluruh pihak yang terlibat dalam event baik pelaksana dan pengunjung harus sudah divaksin. Kegiatan juga wajib menerapkan protokol kesehatan lebih ketat serta skrining menggunakan aplikasi PeduliLindungi. 

"Yang terlibat divaksin, dibuktikan dengan aplikasi PeduliLindungi. Pembatasan jumlah, pengaturan cara menampilkan, pengaturan tempat duduk antar personil, dan durasi waktu kami batasi," tuturnya, Jumat (22/10/2021) 

Iin sapaan akrabnya mempersilakan masyarakat mengajukan izin kepada Disbudpar Kota Semarang agar pihaknya dapat mengecek sejauh mana persiapan dan konsep acara. Disbudpar tentu akan memastikan gelaran tersebut aman dilaksanakan. Di samping itu, izin kepada kepolisian juga harus dilakukan. 

Pada November mendatang, Disbudpar pun berencana menggelar event tahunan yakni sebuah event yang biasanya digelar dalam bentuk karnaval. Pada tahun ini, pihaknya akan mengubah konsep tidak lagi dalam bentuk karnaval. 

"Yang menonton dibatasi tapi nanti juga bisa ditonton secara virtual," katanya 

Lebih lanjut, Iin menambahkan, Kota Semarang yang sudah memasuki PPKM level 1 memang memberikan dampak besar untuk sektor wisata. Masyarakat menganggap Kota Semarang lebih aman dibanding dengan daerah lain sehingga mereka datang ke ibu kota provinsi Jawa Tengah ini. 

"Kalau kita lihat sekarang hari biasa sudah ramai. Sabtu - Minggu rumah makan, kafe, hotel, parkirnya penuh. Geliat perekonomian tampak," imbuhnya 

Iin menuturkan, sektor pariwisata dan hiburan juga masih dilakukan pembatasan maksimal 70 persen dari kapasitas dengan ketentuan jam operasional pukul 24.00. Pekerja dan pengunjung harus sudah divaksin. Skrining dilakukan dengan aplikasi Peduli Lindungi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00