Dompet Dhuafa Jateng Bangun Sumur Bor di Desa Wonosari Patebon

KBRN, Kendal : Kesulitan air bersih yang layak masak untuk diminum bagi warga Dusun Mulyosari RT4 /RW7 Desa Wonosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal telah dialami sejak berpuluh-puluh tahun. Namun, kendala air bersih itu tampaknya segera teratasi.

Hal ini setelah Dompet Dhuafa Jawa Tengah membantu pembuatan sumur bor yang dimulai Senin (18/10/2021). Fasilitator Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Arif Fajar Hidayat mengatakan, terdapat tujuh lokasi pembuatan sumur bor dalam program penanganan air bersih, dua di antaranya berada di Kabupaten Kendal, yakni di Desa Wonosari dan Lanji, Kecamatan Patebon. 

"Pembangunan sumur bor ini kerjasama dengan beberapa lembaga, yakni dengan KPII untuk sumur bor di Desa Wonosari, sedangkan di Desa Lanji bekerja sama dengan British Propolis. Untuk daerah lain bekerja sama dengan Adira Insurance Syariah di Boyolali dan Sragen," katanya.

Arif mengatakan, bantuan pembuatan sumur bor ini diprioritaskan untuk mengatasi kebutuhan air bersih akibat kekeringan, baik kekeringan karena musim atau kekeringan karena akses. Untuk masyarakat Desa Wonosari ini, kesulitan akses kebutuhan air minum sepanjang musim.

"Di sini, PDAM belum bisa menjangkau, mungkin karena belum memenuhi kuota, melihat lokasi yang terpencil dan kondisi perekonomian warga yang sebagian besar bekerja sebagai petani tambak dan ternak," ujarnya.

Dia mengatakan, sebenarnya sudah ada beberapa sumur bor yang dibangun warga dengan kedalaman 70 meter sampai 80 meter, namun air masih payau yang tidak layak untuk minum. Untuk itu, sumur bor yang dibangun oleh Dompet Dhuafa Jawa Tengah ini kedalaman 120 meter, sehingga airnya layak dimasak.

Pihaknya berharap, dengan adanya sumur bor ini, maka kualitas hidup masyarakat bisa meningkat. "Kualitas hidup masyarakat bisa meningkatkan, terutama masalah kesehatan, karena fasilitas air bersih yang layak untuk minum sudah ada, sehingga taraf hidup juga meningkat," harapnya.

Sementara itu, Ketua RT4/ RW7 Desa Wonosari, Samet Lardi mengatakan, selama berpuluh-puluh tahun, warga Dusun Mulyosari mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih yang layak untuk minum. Beberapa sumur bor yang ada, hanya untuk kebutuhan mencuci dan mandi, karena kondisi airnya tidak layak untuk diminum.

Saat ini di Dusun Mulyosari terdiri dari 68 KK dengan jumlah jiwa sekitar 200 warga. Selama ini untuk mencukupi kebutuhan air minum harus membeli air galon isi ulang atau mengambil air di Lapas Terbuka Bleder yang berjarak sekitar 3 kilometer.

"Kami sangat berterima kasih kepada pihak Dompet Dhuafa Jawa Tengah dan semua pihak yang ikut membantu membuat sumur bor ini, karena betul-betul sangat diharapkan sejak dulu dan Alhamdulillah sekarang menjadi kenyataan," ucapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00