Libur Maulid Nabi Bergeser 20 Oktober, Ini Kata MUI Jateng

KBRN, Semarang : Libur Maulid Nabi Muhammad dari semula pada Selasa (19/10/2021), digeser menjadi Rabu (20/10/2021).

Bukan tanpa alasan, Pemerintah menggeser libur Maulid Nabi merupakan upaya penanganan penyebaran dan antisipasi penularan Covid-19.

Pertimbangan awal lantaran pandemi Covid-19 yang masih mengancam memaksa Pemerintah Pusat memutuskan libur digeser.

Adanya perubahan hari libur dan cuti bersama ini diharapkan bisa mengurangi mobilitas masyarakat yang berpotensi menciptakan klaster baru.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah menyebut, dengan penyebaran kasus aktif Covid-19 tertinggi skala Nasional, pihaknya mendukung penuh upaya Pemerintah.

“Kalau situasi normal tidak perlu ada perubahan dan pergeseran, Pemerintah Pusat masih melihat pertimbangan karena pandemi belum selesai. Kalau untuk memperingati maulid bisa dilakukan kapan saja, ini kan tradisi,” kata Wakil Ketua MUI Jawa Tengah Prof Dr H Ahmad Rofiq kepada rri.co.id, Jumat (15/10/2021).

Menurut dia, MUI sebagai Ormas Islam sepatutnya ikut andil membantu Pemerintah dalam penanganan pandemi, bukan malah mengeluarkan pernyataan potensial yang kontraproduktif mengendorkan kedisiplinan umat sebagai langkah bersama memerangi pandemi.  

Peringatan Maulid Nabi sebagai momen pengingat kelahiran baginda Nabi Muhammad SAW. Namun, sering dimaknai  juga sebagai suatu wujud cinta umat Islam pada sang Nabi.

Tak jarang, di wilayah Jawa Tengah, sejarah mencatat acara ini sebagai sarana penyebaran agama Islam selain sebagai wujud akulturasi budaya.

“Tradisi berjanjen, zibakan, dan membaca siroh Rasulullah dilakukan secara rutin tanggal 1-12. Di bulan Maulid pun sholawatan biasa, tapi kadang di acara khitanan, pernikahan, juga biasa dilakukan tradisi semacam berjanjen,” ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00