RW II Ganten, Kampung Anti Narkoba Kelima di Magelang

KBRN, Magelang : Sebagai upaya menumbuhkan kepedulian  masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, RW II Kampung Ganten, Kelurahan Jurang Ombo Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang  mendeklarasikan diri sebagai  Kampung Anti Narkoba.

“Ini merupakan kampung anti narkoba dan miras yang kelima kalinya yang ada di Kota Magelang. Sebelumnya sudah ada di Kampung Wates Prontakan, Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara,  Kampung Jagoan Gang Melati, Kelurahan Kemirirejo, Kecamatan Magelang Tengah. Kemudian Kampung Paten, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kecamatan Magelang Utara dan Kampung Kluyon, Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Selatan,“ kata  Kepala Bidang Pengkajian Masalah Strategis Daerah dan Linmas Badan Kesbang dan Linmas Kota Magelang, Satiawan Baroto pada pencanangan  RW II Kampung Ganten, Kelurahan Jurang Ombo Selatan sebagai kampung anti narkoba dan miras, Selasa (28/9/2021).

Satiawan mengatakan, pembentukan kampung anti narkoba tersebut dalam upaya menggugah peran serta masyarakat untuk mencegah peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di Kota Magelang pada umumnya dan di Kelurahan Jurang Ombo Selatan pada khususnya.

Menurutnya, pembentukan kampung anti narkoba tersebut berdasarkan Undang - Undang  Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, Permendagri nomor 21 tahun 2013 tentang fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbang dan Linmas Kota Magelang, Agus  Satiyo Haryadi dalam sambutannya mengatakan, dengan pencanangan  RW II Kampung  Ganten  sebagai kampung anti narkoba, diharapkan mendorong kampung-kampung lainnya untuk berani melakukan hal yang sama.

Ia mengatakan, dengan pencanangan tersebut, membuktikan masyarakat di  Kelurahan  Jurang Ombo Selatan mulai  dari pamong kelurahan hingga masyarakat di bawah memiliki niat yang bulat dalam mengikrarkan diri sebagai kampung bebas narkoba dan minuman keras.

Agus  berharap, acara tersebut tidak sebatas kegiatan seremonial saja, melainkan harus ditindaklanjuti oleh seluruh lapisan masyarakat untuk memerangi   penyalahgunaan narkotika dan minuman keras secara menyeluruh.

“Pemberantasan dan penanganan  penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, tidak bisa hanya ditangani dan diberantas oleh pemerintah saja. Namun, membutuhkan peran serta dari masyarakat,” tandasnya.

Menurutnya, dibentuknya kampung ini tidak terlepas dari peran masyarakat setempat yang sangat peduli dengan masa depan generasi muda dan keinginan mereka untuk menyelamatkan mereka dari bahaya miras dan narkoba.

Ia juga berharap,  masyarakat di Kampung Ganten bisa mengambil peranannya masing-masing sesuai tugas, fungsi dan kewenangannya.

“Seperti menjadikan generasi muda  untuk mempunyai pola pikir dan sikap untuk menolak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” ujarnya. Dyas

.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00