Merawat Desa Gerlang, Perlu Sinergi Berbagai Pihak

KBRN, Batang : Merawat Desa Gerlang diperlukan sinergi dari berbagai pihak. Sebab, pengelolaannya langsung oleh Perhutani, sedangkan wilayahnya berada di Kabupaten Batang. Selain itu, kewenangannya berada ditangan Kementerian Lingkungan Hidup.

Bupati Batang Wihaji mengatakan, apabila sinergitas tiga pihak ini terjaga dengan baik, harapannya ada titik temu dalam setiap kali menyelesaikan permasalahan.

“Tentu masyarakat sebagai penggarap lahan, Perhutani yang mengelola, Kementerian Lingkungan Hidup yang memiliki kewenangan dan Pemda yang punya wilayah saja. Tugas kami yang penting semua situasinya kondusif saja, karena kewenangan apapun tidak ada di sini, dari sisi tanahnya,” terangnya, usai meninjau pelaksanaan TMMD Reguler ke-112, di Desa Gerlang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Senin (20/9/2021).

Orang nomor satu di Kabupaten Batang itu berharap, para petani penggarap ikut menjaga kelestarian alam Desa Gerlang.

“Terutama pohon-pohon yang sudah banyak ditanam untuk penghijau, supaya dipelihara. Tujuannya pun untuk tempat penyimpanan air agar kehidupan masyarakat tetap sejahtera,” imbaunya.

Ia menambahkan, setelah akses jalan diperbaiki ditambah warga dan perangkatnya kreatif, pasti akan menjadi potensi yang luar biasa.

“Selama aksesnya bagus pasti ini menjadi tempat singgah yang nyaman. Walaupun cuma untuk mampir atau sekadar berisitirahat, pasti mudah karena aksesnya dekat dijangkau para wisatawan yang ingin menuju Dieng,”  bebernya.

Pemkab Batang secara bertahap untuk membuat akses penghubung, sehingga memudahkan wisatawan.

“Kalau di sini dibuat taman bunga bagus, karena kondisi geografisnya cocok,” ujarnya.

Untuk pembuatan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), Bupati mengharapkan agar warga sedikit bersabar.

“Nanti secara bertahap, kalau memang sudah mendesak dan membutuhkan sekali. Karena potensi utamanya adalah pertanian, kalau malam hari jarang untuk beraktivitas, jadi diutamakan petaninya dulu,” tandasnya. (MC Batang Jateng/Heri)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00