Penegakan Perda Diharapkan Dapat Lebih Humanis

KBRN, Semarang : DPRD Kota Semarang meminta pihak penegak peraturan daerah dapat melakukan penegakan secara lebih humanis, termasuk terhadap aturan PPKM. 

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Wahyoe Winarto. "Penegakan dan sosialisasi aturan PPKM sebaiknya dilakukan lebih humanis dan menggunakan pendekatan kekeluargaan, baik yang dilakukan Satpol PP, TNI, maupun Polri. Jika masyarakat belum memenuhi aturan, perlu dilakukan edukasi terlebih dahulu," katanya.

Dia menegaskan, bagaimanapun aturan harus ditegakkan, tapi secara humanis karena masyarakat perlu makan. Sosialisasi juga perlu. 

Ia mengajak seluruh pihak untuk bisa menangani pandemi dan bangkit bersama-sama. Saat ini, sejumlah sektor sudah mulai berjalan. 

Liluk mendorong seluruh pihak bisa turut bekerja keras agar ekonomi kembali bergeliat dan kesejahteraan masyarakat meningkat. 

Protokol kesehatan, kata dia, harus terus dijalankan meski Kota Semarang sudah berada pada level 2. Bahkan, diharapkan Kota Lunpia bisa kembali zero level. 

Sementara itu, Kabid Penegakan Perda dan Perundang-undangan Satpol PP Kota Semarang, Martin Dacosta mengatakan dalam PPKM Level 2 sudah terlihat ekonomi masyarakat mulai berjalan. Namun, tetap harus mematuhi jam operasional sesuai aturan PPKM level 2. 

Diakuinya, menegakkan perda memang tidak mudah. Kerap kali, terjadi benturan dengan masyarakat yang melanggar. Namun, penegakan perda saat ini berbeda dengan saat diterapkannya PPKM darurat. 

Saat ini, pihaknya lebih menekankan untuk sosialisasi untuk tetap mematuhi protokol kesehatan agar Semarang tidak kembali naik level.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00