Masuk Candi Borobudur Harus Punya Aplikasi PeduliLindungi

KBRN, Magelang : PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero) menempatkan  beberapa titik alat pemindai QR Code  (barcode dua dimensi) Peduli Lindungi bagi semua yang akan masuk kawasan Taman Wisata Candi.

“Titik-titik penempatan QR Code tersebut, antara lain di Kantor Unit Borobudur, Pendapa Manohara Resto, Kantor Unit Pertamanan,” kata Direktur Utama PT TWC Borobudur Edy Setijono, pada pelaksanaan simulasi penerapan

Selain itu, pihaknya juga memasang alat pemindao barcode tersebut di dua aera bagi para pedagang  yang biasa berjualan di sekitar kawasan wisata tersebut. Yakni, di Pintu III bagi pedagang area luar dan di Pintu V untuk pedagang  di kawasan  Sentra Kerajinan Makanan Borobudur.

Ia menegaskan,  dengan pemasangan alat pemindai barcode tersebut, semua yang masuk wilayah Taman Wisata Candi Borobudur harus sudah menjalani vaksinasi Covid-19 dan mengunggah aplikasi PeduliLindungi.

Menurutnya, dalam aturan protokol kesehatan yang baru, PT TWC juga menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Tidak hanya bagi calon wisatawan saja, melainkan juga bagi karyawan PT TWC Borobudur dan  Prambanan.

“Sementara bagi wisatawan diberlakukan aturan yaitu telah divaksinasi minimal tahap pertama, suhu tubuh dibawah 37,3 derajat Celcius, serta melakukan aktivasi check-in di aplikasi PeduliLindungi,” katanya.

Ia menambahkan, PT TWC juga memberlakukan pembatasan pengunjung di Borobudur maupun Prambanan, yakni sebanyak 7.500 orang setiap harinya.

"Untuk Borobudur dan Prambanan kami menetapkan kuota maksimal sejumlah 7.500 orang didalam kawasan. Angka ini termasuk wisatawan, pegawai, pedagang serta tamu," jelasnya.

Setelah dilakukan simulasi dan dinilai telah baik, maka pihaknya akan melakukan ujicoba  kunjungan wisata, mulai Sabtu (18/9/2021).

Namun, untuk pembukaan kunjungan wisatawan ke candi peninggalan dari Dinasti Syailendra tersebut masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat.

Selain itu, nantinya pengunjung bisa menyaksikan keindahan Candi Borobudur di Zona II dan untuk Zona I masih terbatas hingga pelataran candi saja. Karena, hingga saat ini di tingkat bangunan candi masih dalam proses kajian dari Balai  Konservasi Borobudur.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, Jawa Tengah khususnya Kabupaten Magelang merupakan daerah yang saat ini sudah baik dalam penanganan Covid-19.

"Dengan dilakukannya simulasi aplikasi PeduliLindungi menunjukkan bahwa kita belum baik-baik saja. Melainkan kita masih perlu waspada, protokol kesehatan harus kami taati, tidak semena-mena, tidak nyepelekna (menyepelekan). Sehingga diharapkan dengan simulasi ini kita bisa menumbuhkan roda ekonomi kembali," kata Taj Yasin.

Ia menilai,  dari hasil simulasi yang telah dilakukan  Taman Wisata Candi Borobudur  dinilai telah sesuai dengan  prosedur standar operasional.

Gus Yasin berharap, dengan telah dilakukan simulasi pembukaan wisata kembali di Taman Wisata Candi Borobudur, masyarakat yang ada di sekitar kawasan Candi Borobudur tersebut kembali bergeliat lagi perekonomiannya.

“Saya himbau  kita peduli tempat wisatanya. Karena di sekitar Taman Wisata  Candi Borobudur  sudah aman. Dan, juga lingkungan sekitar juga harus diwaspadai yang tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya. Dyas

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00