Driver Angkutan Barang Diminta Taat Aturan Layak Jalan

KBRN, Semarang : Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang melakukan penyuluhan kepada operator angkutan barang, khusus, dan hewan di kantor Dishub, Selasa - Rabu (14-15/9/2021). Penyuluhan menghadirkan narasumber dari beberapa instansi yaitu Satlantas Polrestabes Semarang, Jasa Raharja, dan Dishub sendiri. 

Kasie Angkutan Barang, Khusus, dan Hewan, Dinas Perhubungan Kota Semarang Andreas Catur Adi Kristianto menjelaskan, penyuluhan ini rutin dilakukan untuk memberi pemahaman kepada operator yang tergabung dalam Organda Pelabuhan Tanjung Emas dan Aptrindo Kota Semarang. Mereka dihatapjan bisa menjaga keselamatan saat dalam perjalanan. 

"Driver saat menjalankan kendaraan harus betul-betuk safety mulai dari kelengkapan surat-surat, kendaraan laik jalan, dan harus memaruhi rambu lalu lintas. Mereka harus tahu bagaimana berlalu lintas yang baik," tuturnya.

Anderas mengatakan, angkutan di Semarang didominasi angkutan barang umum, diantaranya angkutan yang mengangkut sembako, pasir, batu, bahan bangunan, dan sebagainya. Angkutan barang harus memperhatikan kendaraannya sesuai standar. 

"Tinggi tidak boleh melebihi 4,2 meter. Lebar tidak boleh melebihi 1,7 meter. Kalau berat, masing-masing kendaraan sudah ada standarnya di buku uji KIR," katanya.

Ia menilai, sejauh ini masih ada saja kendaraan yang masih melebihi kapasitas atau seringkali disebut over load over dimension over load (ODOL). Maka, dengan penyuluhan ini diharapkan para driver maupun pengusaha bisa mematuhi aturan yang berlaku. 

"Sampai sekarang masih ada yang melebihi kapasitas. Kalau melebihi kapasitas 5 persen, masih kami toleransi. Program Kemenhub mengenai ODOL, 2023 harus zero toleransi," imbuhnya.

Andreas menyebutkan, sanksi bagi kendaraan yang melebihi kapasitas berupa tilang. Kelebihan muatan harus diturunkan dan diangkut dengan kendaraan laut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00