Harga Tembakau di Kendal Naik, Capai Rp 38 Ribu/ Kg

KBRN, Kendal : Harga tembakau di Kendal pada masa panen tahun ini naik cukup tinggi dari 2020 lalu. Harga tembakau saat ini mencapai Rp 38 ribu/ kg, lebih tinggi dari tahun kemarin yang mentok di harga Rp 31 ribu/kg. Demikian pula untuk daun tembakau bagian bawah atau samparan, harga Rp 25 ribu/ kg, lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya Rp 17 ribu/ kg.

Kepala Dusun Jenarsari Utara, Taswadi mengatakan, dengan membaiknya harga tembakau beberapa tahun terakhir ini, semakin banyak petani yang menanam tembakau. Tahun ini 50 persen lebih lahan sawah di desanya ditanami tembakau. Dari luas lahan persawahan sekitar 160 hektar yang ditanami tembakau sekitar 70 hektare.

Para petani di sini sebenarnya lebih memilih menanam tembakau, jika pembelian tembakau dari pabrik meningkat. "Harga tembakau tahun kemarin sudah naik, dan sekarang alhamdulillah ada kenaikan yang cukup signifikan," katanya, Kamis (16/9/2021).

Dewan Penasihat Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Kendal Mundakir mengatakan, kualitas panen tembakau juga lebih bagus dari tahun kemarin.  Menurutnya, naiknya harga tembakau di Kendal, karena tanaman tembakau di beberapa daerah banyak yang rusak. Namun saat ini belum banyak petani yang kembali menanam tembakau.

Tahun ini hanya sekitar 2.400 hektare tanaman tembakau, masih jauh dari luas lahan tanaman tembakau di Kabupaten Kendal yang mencapai 5.600 hektar. "Kalau petani yang menanam tembakau sudah ada peningkatan, tapi belum drastis. Dulu satu Kendal yang menanam tembakau mencapai 5.600 hektar, kalau sekarang baru 2.400 an hektar," jelasnya.

Mundakir berharap, kemitraan antara petani dengan pabrik terus dipertahankan, sebagai kemitraan yang saling menguntungkan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00