Wacana Penutupan Lokalisasi, Pemkab Pati Bertemu Paguyuban Lorog Indah

KBRN, Pati : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati telah meminta areal lokalisasi dikembalikan sesuai fungsi peruntukannya sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan. Menindaklanjuti hal itu, pemerintah mengadakan pertemuan dengan Paguyuban Lorog Indah di aula Kecamatan Margorejo, Rabu (4/8/2021). 

Pertemuan menindaklanjuti wacana penutupan lokalisasi prostitusi terbesar di Pati itu dipimpin Camat Margorejo Luky Pratugas Narimo didampingi Wakapolsek dan Bati Tuud Koramil Margorejo, dan Satpol PP Kabupaten Pati serta perwakilan paguyuban.  

Camat Margorejo, Luky mengungkapkan, pertemuan itu untuk pengumpulan data awal dokumen kepemilikan lahan maupun bangunan yang ada di kawasan Lorog Indah (LI). Hal ini lantaran pihaknya belum mempunyai data kepemilikan tanah maupun bangunan.  

"Terus terang kita memang belum punya data akurat terkait kepamilkikan tanah maupun bangunan dan yang menyewa-yewa. Sehingga kita awali meminta data kepada pemilik tanah. Apabila nanti ada keputusan nanti akan ada keputusan dari pimpinan," ujarnya usai pertemuan.  

Ketua Paguyuban LI, Mastur akan memberitahukan hasil pertemuan ini kepada warganya, setelah PPKM Level III berakhir, karena lokalisasi itu tidak berpenghuni.

Dia mengatakan, di kawasan prostitusi itu ada sekitar 45 tanah dengan sertifikat hak milik, namun untuk bangunan yang ada ber-IMB atau belum, tidak tahu pasti. Hanya saja penghuninya termasuk dengan perempuan dengan masalah sosial yang datang dari berbagai daerah, jumlah mencapai ratusan. 

"Formulir tentang lahan tanah, sertifikat, pekerjaan, cuma untuk mengisi blanko. Ada yang hak milik ada yang nyewa. Soal IMB saya kurang tahu. Karena saya jadi ketua di situ baru 8 tahun. Berdirinya  sudah 22 tahun," katanya.  

Ketua Paguyuban Lorog Indah Mastur menuturkan, pihaknya akan mengikuti apa nantinya yang akan menjadi keputusan pemerintah. (Agus Pambudi)  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00