Puluhan Pasien Covid-19 di Demak Pulih

KBRN, Demak : Puluhan pasien terpapar virus Korona di Demak dengan gejala ringan, sedang, hingga berat dinyatakan sembuh.   

RSUD Sunan Kalijaga yang menjadi rumah sakit rujukan pusat di Demak mencatat rekor fantastis dengan total pasien sembuh mencapai 80 persen.

Hal itu di sampaikan Kepala Bidang Pemasaran dan Rekam Medis RSUD Sunan Kalijaga dr Abdul Rahman.

Pada Mei hingga Juni lalu, lonjakan pasien Covid-19 mencapai 114 orang, namun berangsur turun dan kini hanya tercatat sebanyak 20 orang pasien yang tengah menjalani perawatan intensif.

“Total hari ini jumlah pasien tercatat ada 20 orang, kalau kemarin kan sampai 100 lebih, bahkan pernah sampai 114. Alhamdulillah di RSUD Sunan Kalijaga Demak banyak tertangani dan sekarang kasus-kasus baru yang di tangani sudah berkurang jauh dibandingkan yang kemarin,” katanya saat di hubungi RRI, Sabtu (24/7/2021).

Menurut dia, dampak PPKM darurat dan pembatasan masyarakat, membuat penyebaran virus dapat dikendalikan.

Tingginya tingkat kesembuhan pasien di RSUD Sunan Kalijaga, karena pihak rumah sakit selalu mengedepankan edukasi dan tiap penanganan medis selalu mengutamakan pendekatan psikologis.

Hal itu tak lepas dari kejenuhan dan tekanan jiwa ketika pasien menjalani isolasi di rumah sakit.

Meski mengacu pada pedoman dari Kementerian Kesehatan untuk perawatan medis, namun RSUD Sunan Kalijaga mengutamakan mediasi awal dengan keluarga pasien sebelum pasien menjalani masa karantina.

Pasalnya, banyak stigma yang beredar di masyarakat terutama pada pasien Covid-19 yang banyak dikucilkan.

Dalam menjalani masa isolasi, tenaga kesehatan rumah sakit terus melakukan monitoring tingkat gejala yang diderita pasien. Tak lupa juga selalu memberikan saran yang membangun untuk menguatkan psikis pasien.

“Dukungan dari keluarga sangat penting, nakes juga berkeliling untuk mendukung pasien agar tetap tenang dan semangat menjalani isolasi di rumah sakit. Kuncinya itu dengan kekuatan mental pasien dalam menghadapi penyakit yang di deritanya,” imbuhnya.

Sementara itu, ahli psikologi dari Universitas PGRI Semarang Dr Arri Handayani mengatakan, dengan manajemen stres yang baik dari pasien Covid-19, membuat proses rehabilitasi berjalan lebih cepat.

Tak hanya itu, dengan menghindari berita dan informasi di media massa tentang tingginya angka mortalitas pada pasien Covid-19, justru membuat pasien comorbid dapat lekas pulih.

“Pasien sebisa mungkin menghindari berita seputar tingginya kasus kematian yang justru semakin memperparah kondisi psikologisnya karena itu semakin menambah ketakutan yang tidak baik dalam menunjang proses pemulihan. Sehingga lebih di sarankan bagi pasien covid untuk mencari hiburan dan informasi soal konten positif,” jelasnya.

Lebih lanjut, Arri menekankan melalui intensitas komunikasi dengan teman, kerabat, dan juga saudara semakin meminimalisir resiko stres lantaran kualitas hubungan yang semakin intens ketika menjalani isolasi semakin memperkuat faktor psikis yang dampaknya sangat signifikan pada penentu kesembuhan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00