BPBD Belum Perlu Tambahan Anggaran Kekeringan

KBRN, Rembang : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang belum perlu mengajukan tambahan anggaran kekeringan. Pasalnya, masih terjadi kemarau basah di Rembang. Hal itu disinyalir menjadi sebab belum ada permintaan bantuan dari desa yang masuk ke BPBD dan anggaran bantuan droping air bersih hingga saat ini.

Plt Kepala BPBD Kabupaten Rembang Budi Asmara melalui Kasi Kedaruratan Pramuja mengatakan, karena adanya refocusing penanganan Covid-19, anggaran kekeringan tahun ini di APBD induk sebesar Rp 50 juta. Besaran tersebut sama sekali belum dipakai, karena tak ada desa yang mengajukan bantuan droping air bersih.

"Anggaran masih ada Rp 50 juta, insyaallah kalau kemarau basah terus terjadi anggaran tersebut cukup. Mudah - mudahan tidak terjadi kekeringan, " ungkapnya.

Saat ditanya perlu adanya tambahan anggaran untuk droping air bersih, Pramujo menuturkan hal itu perlu melihat kondisi ke depan. Jika anggaran yang ada dilihat mencukupi permintaan dari desa yang mungkin mengalami kekeringan nantinya, maka tidak perlu mengajukan usulan anggaran kekeringan lagi di APBD perubahan.

"Namun jika dalam perkembangannya sudah tidak turun hujan dan banyak desa yang mengajukan ,nanti kita mengajukan lewat perubahan. Besarannya menyesuaikan kondisi," ungkapnya.

BPBD Kabupaten Rembang terus berupaya memberi bantuan air bersih saat kekeringan melanda. Berbagai pihak dari perusahaan, organisasi sosial dan kepemudaan, serta komunitas juga selalu hadir untuk ikut membantu warga Rembang yang terdampak kekeringan. (MCS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00