153 Pedagang Bermobil Terjaring Razia, Empat Orang Positif

Kepala Satpol PP Pemkot Surakarta saat memberikan keterangan pers di Balaikota Solo.

KBRN, Surakarta : Tim Cipta Kondiso Kota Surakarta intensif melakukan operasi yustisi menyasar pedagang bermobil dari luar kota, khusunya mereka yang berasal dari zona merah Covid-19. 

Dalam Operasi yang digelar Senin (21/6/2021) pukul 04.00-09.30 WIB, tim menjaring 153 pedagang yang kemudian di swab antigen. Kepala Satpol PP Kota Surakarta Arif Darmawan mengatakan, hasil swab antigen terhadap 153 pedagang itu, empat orang di antaranya positif Covid-19. Kemudian, mereka yang positif langsung diisolasi di Asrama Haji Donohudan Boyolali. 

"Keempat pedagang ini dari Mojokerjo (Jawa Timur) kemudian Kabupaten Batang dan dua orang dari Pekalongan (Jawa Tengah)," beber Arif di balaikota Surakarta, Senin (21/6/2021).

Dia menjelaskan, pedagang tersebut sebenarnya suplaier tekstil ke pasar Klewer dan Perkapalan yang datang setiap Senin dan Kamis. Mereka sebenarnya hanya dizinkan mensuplai dagangan ke Klewer bukan untuk membuka lapak dan jualan. 

Namun, kehadiran pedagang dari wilayah pantura dan zona merah ini mendapatkan pengawasan ketat dari tim Cipta Kondisi.

“Makanya itu masih boleh (ke Solo) tapi pak Walikota minta diperketat pengawasannya . SE itu menginap harus ada hasil swab, kalau tidak ada ya kami swab tidak kita sampling tapi 100 persen di swab," jelasnya.

Ditanya perihal para pedagang akan ganti hari untuk datang ke Klewer Solo, Arif mengatakan, para pedagang ini sudah memiliki ikatan dengan pedagang pasar Klewer. Dimana setiap Senin dan Kamis ini selain dropping barang juga untuk menagih. 

"Kami cegat di lima titik masuk, kita cegat kita amankan dilakukan pembinaan. Biasanya Senin dan Kamis karena mereka itu menyetor ke Klewer dan memberikan waktu Senin dan Kamis untuk nagih.”

Sementara itu, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabumung juga mengakui masih banyak pedagang dari zona merah yang nekat berjualan di kawasan Alun-alun utara Keraton Solo. Wali kota meminta petugas melakukan swab kepada pedagang yang dari zona merah.

“Yang jualan pedagang bermobil kami swab semua, mereka dropping barang semua dari zona merah, ada 4 pedagang positif dari Pekalongan Mojokerto Batang. Makanya pagi subuh kami antisipasi,” ujar Gibran.

Di sisi lain, Arif Darmawan menegaskan, operasi yustisi ini akan ruting dilakukan setiap saat menyusul lonjakasan kasus Covid-19. Seperti menyasar pedagang Ikan di Pasar Ikan Balekambang dan Nusukan serta pedagang bandeng di Tambak Segaran.

 "Ini terus kami lakukan jangan kendor, sebenarnya Solo itu masih zona kuning. Tapi kalau yang dari merah tidak dilakukan pembatasan, bisa-bisa Solo jadi merah. Jangan sampai," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00