Abdul Kholik : Pembangunan Jasela Masih Timpang

KBRN, Semarang : Jateng Selatan (Jasela), yang meliputi kawasan Barlingmascakeb : Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen serta di tambah Kabupaten  Wonosobo dan Kabupaten Purworejo belum diperhatikan dalam pembangunan.

Wakil Ketua Komite 1 DPD RI Dr Abdul Kholik SH MSi dalam Webinar Prospek Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Jawa Selatan (15/4/2021) menyatakan, dalam pembangunan kawasan Jateng Selatan masih terjadi ketimpangan, jika dibandingkan Jateng Utara.

"Kawasan ini belum menjadi prioritas untuk dikembangkan, selama ini rencana strategis pembangunan konsentrasinya masih di Pantura, Kali Juwana di Pati, Kawasan industri di Batang, kemudian di Kendal, di Brebes dan penanganan kawasan pantura di Pekalongan. Tidak ada pengerjaan Jasela, sehingga ada ketimpangan kawasan Jateng Selatan dan Jateng Utara,” kata Abdul Kholik.

Abdul Kholik mengemukakan, kawasan Jasela belum tampak kuat adanya integrasi kawasan, sehingga tidak berkembang. Angka pertumbuhan ekonomi Jasela berdasarkan data BPS terdapat ketimpangan kontraksi Ekonomi minus 5, sementara kawasan lain, Pantura dan kawasan Timur Jateng kontraksinya di bawah 2 persen. Kawasan Timur Minus 2, kawasan Utara Minus 1.

Kontribusi ekonomi Jasela terhadap Provinsi Jawa Tengah, kisarannya 20, untuk kawasan Utara 38 hingga 39, kawasan Timur 40. Untuk Kabupaten Cilacap penyumbang Ekonomi tertinggi di Jasela yang punya kawasan Industri Migas.

Selain wilayah Jateng Selatan tertinggal, angka kemiskinan di Kabupaten Kebumen dan Wonosobo tinggi dan kotraksi ekonomi minus 5, sementara kawasan pantura Jawa Tengah dibawah 2 persen dan ini menunjukkan kondisi ekonomi terdapat ketimpangan jika di bandingkan kawasan lain.

“Pada Rapat Musrenbang Provinsi Perubahan RPJMD Kemarin, Pak Gub menyinggung masalah Jasela, Ketika menyinggung beliau mengingatkan Jasela belum terlalu disentuh karena resiko gempa bumi, itu katanya mendapatkan informasi dari ahli Geologi  ITB,“ jelasnya.

Menurut Abdul Kholik, agar kedepan  Jateng Selatan maju, diperlukan adanya terobosan melalui  pembangunan strategis nasional, investasi, Global, Lokal dan Nasional. Pariwisata yang akan diandalkan Jawa Selatan kedepan, karena kondisi topografi yang ada dan primadona ekonomi saat ini. Keberadaan parawista di Yogyakarta dan Borobudur diharapkan dapat sebagai pengungkit dan pendukung pariwisata di Jasela.

Di Purworejo, terdapat Potensi Wisata Jatilawang, Goa Seplawan, Kebumen terdapat Goa Jatijajar, Pantai Logending, Benteng Van Der Wijck, Kabupaten Banyumas terdapat Baturraden, Pancuran Pitu, Air Terjun Curug Cipendok, Kabupaten Banjarnegara terdapat Waduk Sempor, Wisata Arung Jeram, TRMS Serulingmas Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo Dieng. Selain Pariwisata yang dapat dikembangkan di wilayah Jasela Agro Industri.

Adapun, infrastruktur yang mendukung di kawasan Jateng Selatan, Bandara Jenderal Besar Soedirman, jalur Kereta Api, angkutan Joglosemar, dan adanya Jalur Lintas Selatan.

Dalam Webinar Prospek Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Jawa Selatan, juga menghadirkan Dirut PT Banten West Java/ KEK Tanjung Lesung, Poernomo Siswoprasetijo, Pengamat Pariwisata, Prof Dwisuryo Indroyono Soesilo dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, dengan Moderator Wakil Rektor 1 IAIN Purwokerto, Prof Fauzi.

(Sudarsono)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00