FOKUS: #PPKM

Pemkab Pekalongan Optimalkan Pertumbuhan 58 Ribu UMKM

Pemkab Pekalongan Akan Optimalkan Potensi 58.000 UMKM (6/7/2022)

KBRN, Pekalongan : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan akan mengoptimalkan pertumbuhan 58.000 usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk memacu pertumbuhan ekonomi di Kota Santri. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar  pada peresmian Shopee Center Pekalongan di UMKM Center Kabupaten Pekalongan, Rabu (6/7/2022).

Menurut Sekda, dengan mengoptimalkan potensi UMKM yang besar tersebut, pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen di Kabupaten Pekalongan bukan mimpi untuk bisa dicapai, karena menurutnya, kontribusi terbesar dari sektor tersebut.

 “Saya kira Shopee Center ini tepat ada di Pekalongan. Saya minta Kepala Dinkop UMKM Naker untuk memetakan potensi 58.000 UMKM yang ada. Jika dikelola dengan baik, pertumbuhan ekonomi 7 persen,  menurut saya bukan mimpi. Karena kontribusi terbesar dari UMKM. Sekda dalam kesempatan itu menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan pada Tahun 2021 yaitu 3.61% , pada tahun 2020 bahkan  -1,89 persen. “Yang paling terpukul akibat pandemi Covid-19,” jelas Akbar.  

Struktur perekonomian Kabupaten Pekalongan, dijelaskan, 32% adalah industri pengolahan, yang mana  90%nya adalah tekstil. “Kultur Pekalongan adalah kultur wirausaha. UMKM kita sudah jauh lebih maju dari yang kita pikirkan, terutama terkait perdagangan online. Banyak UMKM yang sudah menggunakan platform digital. Jasa kurir pun sangat laris. Ini menunjukkan perekonomian warga kita sudah mulai pulih,” ujar Akbar. 

Sekda Yulian Akbar memaparkan bahwa UMKM Center adalah milik Kabupaten Pekalongan dan dibangun pada tahun 2019. “UMKM Center nawaitunya sebagai Pusat UMKM sekaligus Pusat Kegiatan Masyarakat, secara bertahap, di Kedungwuni. Acara hari ini kembali menggugah kita, terutama  Pemkab Pekalongan, bagaimana memfungsikan, merevitalisasi Pusat UMKM ini sesuai dengan fungsinya. Ini adalah asset kita. Kita akan ikuti Rules of The Gamenya,” ujar Akbar. 

Dia berharap aktivitas UMKM Center tidak sampai pada seremonial pada hari ini saja, namun, keberlanjutannya. “Jangan sampai Gedung ini hanya hidup ketika ada shopee saja,” ujar Akbar. 

Dikesempatan yang sama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Ema Rahmawati, dalam sambutannya menyampaikan berdasarkan data BPS Tahun 2020, dari 26 juta pengguna internet (dr sekitar 34 juta penduduk) di Jateng, yang menggunakan untuk bisnis baru 5,87 persen. Sementara itu, e-commerce baru 21%. Pengguna e-commerce tersebut terdiri dari seller atau penjual 85%, reseller 13%, produsen atau dropshipper, 1,72%. Target e-commerce pada tahun 2024 sebesar 40%. 

Lebih lanjut dijelaskan, pendapatan dari aktivitas e-commerce pada Tahun 2020, paling besar Rp 300 juta. “Karena masyarakat masih gagap. Perputaran e-commerce di Jateng juga masih sangat kecil, Pendapatan Rp. 300- Rp 2,5 M 7% , di atas Rp. 50 M baru 0,39 persen. Memang masih sangat kecil,” jelas Ema. 

Selain itu, metode pembayaran yang digunakan, paling banyak, kata Ema, COD (cash on delivery / bayar di tempat). “Belum banyak menggunakan transfer maupun e-wallet. Ema mengatakan, Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan semua e-commerce, mulai Shopee, Blibli.com, Bukalapak, Tokopedia dan aplikasi Blangkon Jateng. “Shopee center ada di Solo, Semarang dan Pekalongan. Ini di Banyumas sedang kita kejar,” ujar Ema. 

Ema menyarankan agar UMKM Center di Kabupaten Pekalongan juga memfasilitasi anak-anak muda seperti menyediakan space untuk game, e-sport, kafe, musik, dan hobi yang lain. Kegiatan bisa bekerja sama dengan BUMD, BUMN dan swasta. “Aktivitas jangan sampai kosong. Seperti heterospace di Solo, kita selalu ada aktivitas,” saran Ema.

Head of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang dalam sambutannya mengatakan, bahwa fokus shopee yaitu #ShoppeAdaUntukUmkm. “Kalau secara tulis tagar, mungkin mudah ya. Tapi impelementasinya perjalanannnya panjang sekali , untuk ada di setiap tempat secara riset, aspek ekonomi, aspek willingness bagaimana para pelaku UMKMnya ini bisa maju berkolaborasi, mimpinya tidak hanya di situ saja itu harus perjalanan demi perjalanannya dengan komunikasi,” ucap Balques Manisang.  Diharapkan, dengan adanya shopee center di UMKM Center Kabupaten Pekalongan, UMKM Kabupaten Pekalongan bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

“Terima kasih kepada Pemprov Jateng dan Pemkab Pekalongan atas kepercayaan yang diberikan dan sinergi yang luar biasa. Shopee bisa menjadi bagian dari perkembangan UMKM Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya di era transformasi digital saat ini. Kami jga berharap shopee dapat mengembagkan perekonomian daeah dan nasional di tengah semangat bangkitnya  kita dari Pandemi Covid-19.” Ungkap Balques. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, para konsultan UMKM dari Provinsi Jawa Tengah, Staf Ahli Bupati Pekalongan Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan  H.B. Riyantini, Kepala BPKD Kabupaten Pekalongan Casmidi, Plt Kepala Disperindag Wahyu Kuncoro selaku Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinkop UMKM dan Naker Siti Masruroh, para pelaku UMKM Kabupaten Pekalongan.(Miftachudin - Pekalongan)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar