Pelaku UMKM di Jateng Perlahan Mulai Menggeliat

KBRN, Semarang : Pandemi Covid-19 berdampak terhadap berbagai sektor kehidupan manusia, tak terkecuali pada sektor ekonomi khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Namun, seiring dilonggarkannya beberapa peraturan kebijakan dan adanya program-program dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi Jawa Tengah terhadap sektor UMKM berdampak positif untuk berjalan kedepan.

Kepala Balai Pelatihan Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah Hatta Hatnansya Yunus mengatakan, upaya dorongan dari Pemprov Jawa Tengah terhadap pelaku UMKM untuk bangkit dari pandemi terus dilakukan dan cukup diapresiasi. Seiring berjalannya waktu dan perlahan-lahan para pelaku UMKM kini mulai bangkit maju kedepan menunjukkan geliatnya setelah pada awal pandemi terdampak.

“Sekarang alhamdulillah sudah beranjak bagus dengan adanya program dari pemerintah. Bersyukur bapak Gubernur kita termasuk sangat kreatif dan inovatif, kita didorong dari Dinas Koperasi maupun dinas-dinas yang lain untuk mengupayakan agar umkm di Jawa Tengah itu bangkit,” kata Hatta saat Berdialog bersama RRI di UMKM Center Provinsi Jateng, Selasa (24/5/2022).

Sementara itu, Owner Terre Batik Kabupaten Kudus, Teresia Leony mengaku pada awal pandemi dengan diperketatnya peraturan kebijakan pemeritah mengenai penyebaran Covid-19 berdampak terhadap penurunan pendapatan usaha batik yang digelutinya.

Meski demikian, upaya untuk bertahan dalam dunia usahanya terus dilakukan, diantaranya dengan melakukan inovasi seperti beralih memproduksi masker dan lainnya yang bermotiv batik.

“Waktu pertama kali itu terasa terjun bebas, karena kan aturan seperti acara pernikahan diperketat, pesta dilarang, pameran ditiadakan. Jadi betul-betul berdampak. Untuk itu, waktu awal kami berinovasi beralih ke masker. Jadi kain batik yang sudah lama kami produksi jadi masker,” ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar