Pemuda Undaan Tengah Rubah Aliran Irigasi Kumuh Jadi Kolam Ikan

KBRN, Kudus : Apa yang dilakukan oleh pemuda Desa Undaan Tengah, Kecamatan Undaan, khususnya di gang 3 ini patut mendapatkan apresiasi. Pasalnya, lokasi irigasi yang sebelumnya kumuh kini disulap menjadi kolam ikan dan juga pembiakan azolla.

Pemuda desa ini bekerjasama dengan Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip Semarang melakukan penyebaran benih ikan Nila dan pembiakan azolla di aliran irigasi desa Undaan Tengah gang 3, Selasa (19/10/2021).

Hadir dalam kesempatan itu tim Iptek Bagi Desa Binaan Undip (IDBU) 2021, perwakilan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus serta kepala desa setempat.

Kepala Desa Undaan Tengah, Dedy Arisanto mengatakan, kegiatan ini merupakan ide dari pemuda gang 3 yang bekerja sama dengan Undip Semarang. Dirinya sangat mengapresiasi atas kegiatan ini.

Harapannya, ide ini dapat ditiru oleh pemuda lainnya di desanya ini. Kedepan diharapkan pembuatan kolam ikan serta pembiakan azolla ini menjadi pemberdayaan warga sekitar serta menambah nilai ekonomi.

“Kolam ikan ini kami harapkan dapat menjadi motivasi bagi pemuda lainnya di Desa Undaan Tengah, sehingga bisa menjadi sumber pendapatan bagi warga kami. Sebelumnya, lokasi ini adalah aliran irigasi yang berfungsi sebagai tempat penampungan air luberan dari arah jalan raya saat musim hujan," kata Deddy.

Setelah irigasi ini penuh air, maka akan dialirkan ke persawahan. Pihaknya juga sangat mendukung kegiatan pemuda gang 3 ini, karena meski dibuat kolam ikan dan pembiakan azolla tidak akan mengganggu fungsi dari irigasi itu sendiri.

Sementara itu, Perwakilan IDBU Undip, Ir Bambang Sulistiyanto  MAgr Sc PhD IPU mengatakan, untuk benih nila yang disebarkan di kolam ikan ini mencapai 5.000 ekor dengan ukuran 5 cm. Targetnya dua bulan sudah mulai dilakukan penjarangan, sehingga tiga bulan kemudian sudah bisa maksimal beratnya. Untuk yang awal ini, pakanya diberikan dengan pakan insemenasi (buatan). Setelah itu baru diberikan makanan dari azolla.

“Azolla ini sebagian nanti bisa diberikan untuk pakan ikan dan sebagian lagi bisa untuk pakan kalkun. Kebetulan warga sekitar juga beternak kalkun. Azolla itu sejenis paku air, cepat tumbuh dan dua minggu sudah bisa dipanen serta proteinnya mencapai 25 persen -30 persen. Sehingga bagus untuk pakan unggas dan ikan. Namun jangan sampai berlebihan,” terang Bambang.

Pihaknya sudah melakukan pembinaan di Desa Undaan Tengah ini sejak 2019 lalu. Dan, tahun ketiga ini seharusnya sudah branding di desa ini. Yakni apa yang menonjol di desa ini selain sebagai desa ternak kalkun. Pihaknya ingin desa ini menjadi kampung Agro Eduwisata. Sehingga harapannya, desa Undaan Tengah bisa menjadi desa Agro Eduwisata yang berbasis kalkun. (Roy Kusuma)     

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00