Kesehatan Reproduksi, Studi Kasus Program Tes IVA Kelurahan Lamper Kidul

KBRN, Semarang : PATTIRO Semarang bersama IDEA melalui Program SPEAK (Strengthening Public Services through the Empowerment of Women-Led Advocacy and Social Audit Networks) yang didukung dari Uni Eropa dan Hivos menyelenggarakan Media Briefing dengan tema “Kebijakan Perlindungan Kesehatan Reproduksi Kelompok Perempuan Kota Semarang, Studi Kasus Program Tes IVA Kelurahan Lamper Kidul” pada Kamis (27/1/2022) secara daring.

Program SPEAK telah mendorong tujuh orang perwakilan Komunitas Perempuan Lamper Kidul untuk melakukan audit sosial dalam rangka mencapai perbaikan pelayanan kesehatan di Kelurahan Lamper Kidul dengan fokus kesehatan reproduksi melalui Tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) untuk pemeriksaan kanker leher rahim.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, tahun 2018 menunjukkan angka 5,1 persen Wanita Usia Subur di Kota Semarang IVA positif dan tahun 2019 4,3 persen, lebih tinggi dari yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebesar 3 persen. Di Kelurahan Lamper Kidul sendiri pada tahun 2020 terdapat 7 perempuan yang menderita kanker leher rahim.

Ketua Komunitas Perempuan Lamper Kidul, Suciati Soewito mengatakan, tes IVA sangat penting dalam mendeteksi kanker leher rahim. Melalui pendampingan Program SPEAK dalam rangkaian audit sosial sejak akhir tahun 2020, Suciati dan komunitasnya mengusulkan program tes IVA di Musrenbang, yang pada akhirnya bisa masuk dalam anggaran keluarahan.

“Kami juga melakukan komunikasi dengan Puskesmas, agar mendapatkan sosialisasi terkait kanker leher rahim,” jelasnya.

Ada kendala yang dihadapi, diantaranya perempuan malu ikut tes IVA karena kesehatan reproduksi perempuan dianggap tabu untuk dibahas. Komunitas Perempuan Lamper Kidul terus berusaha memberikan pemahaman agar tidak malu mengikuti tes IVA demi kebaikan diri pribadi dan keluarga.

“Kami terus berusaha melakukan edukasi, termasuk upaya pencegahan dan juga penanganan jika menderita kanker leher rahim,” jelasnya.

Melalui rangkaian audit sosial yang dilakukan sejak akhir tahun 2020, Komunitas Perempuan Lamper Kidul telah mencapaiana dalam beberapa hal terkait edukasi dalam pencegahan kanker leher rahim . Pegiat PATTIRO Semarang Ella Cahyaning Maghfuroh, mengatakan terbatasnya pengetahuan warga terutama perempuan terkait kerentanan mereka terhadap potensi kanker leher rahim, menyebabkan tes IVA tidak menjadi prioritas dalam usulan perencanaan pembangunan.

“Kita perlu mendorong agar puskesmas dan kader-kader kesehatan lebih gencar menyebarluaskan bahaya kanker leher rahim kepada perempuan. Selain itu kita juga perlu mendorong agar kelurahan mengalokasikan anggaran tes IVA ini,” ungkap Ella.

Dia berharap Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan, Pusat Kesehatan Masyarakat, dan komunitas perempuan bisa terus kolaborasi agar kegiatan ini dapat terus berjalan termasuk tes IVA.

Sementara, Field Officer program SPEAK Kota Semarang Amrinalfi Khair Wijayanto menyatakan bahwa belum semua perempuan bersedia untuk mengikuti tes IVA ini.

“Dari tracing kepada 7 Kepala Keluarga (KK) yang memiliki riwayat kanker leher rahim, hanya 5 KK yang bersedia melakukan tes IVA.” jelasnya.

Pihaknya berharap hasil audit sosial yang dilakukan oleh Komunitas Perempuan Lamper Kidul ini dapat menjadi pembelajaran bagi banyak pihak, mengingat dampak dari keterlambatan penanganan kanker leher rahim bagi perempuan dapat beresiko menyebabkan kematian. Selain itu, diharapkan agar perempuan lebih terbuka dan bersedia mengikuti tes IVA.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar