Kakanwil Kemenkumham Jateng Lantik 288 Notaris Baru

KBRN, Semarang : Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah menggelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah 288 Notaris baru dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Selasa (30/11). Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, A. Yuspahruddin dalam sambutannya mengemukakan, pelantikan dan Pengambilan Sumpah kali ini tercatat sebagai peserta terbanyak sepanjang sejarah yang dilakukan oleh Kanwil Kemenkumham Jateng.

“Tercatat ada 260 Notaris baru yang dilantik dan diambil sumpahnya, plus satu orang Notaris yang dilantik sehubungan dengan perpindahan wilayah kerja. Jumlah tersebut belum ditambah 27 orang Anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris yang juga dilantik dan diambil sumpah secara bersamaan,” ucapnya.

"Mungkin saya perlu sampaikan ke panitia pelantikan, ini mungkin perlu dilaporkan ke Jaya Suprana agar dicatat di Museum Rekor Indonesia – MURI," candanya.

Kepada para Notaris yang baru dilantik, Kakanwil berpesan agar semuanya segera dapat menjalankan tugasnya dengan baik sesuai peraturan.

"Segera dapat melaksanakan tugasnya paling lambat 60 hari terhitung dari sejak tanggal pelantikan pengambilan sumpah atau janji ini," ucapnya.

"Segera menjalankan jabatannya dengan nyata. Kemudian menyampaikan Berita Acara Sumpah Janji Jabatan Notaris kepada Menteri, Organisasi Notaris dan Majelis Pengawas Daerah, serta menyampaikan dan mempersiapkan alamat kantor dan contoh tanda tangan," pungkasnya.

Senanada dengan Kakanwil, Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Jawa Tengah yang juga sekaligus Ketua Pengurus Wilayah Ikatan PPAT Jawa Tengah, Widhi Handoko yang juga hadir dalam acara pelantikan dan Pengambilan sumpah Notaris tersebut kepada wartawan mengungkapkan, bahwa Pelantikan hari ini adalah merupakan pelantikan terbanyak selama ada pelantikan notaris.

Dijelaskan pula, bahwa notaris adalah pejabat negara dan juga pejabat publik yang tugasnya membantu negara. Sehingga dengan dilantiknya atau tambah banyaknya notaris di Jawa Tengah, negara juga akan diringankan dalam banyak pekerjaan, khususnya saat negara kita menuju revolusi industri four point O, juga sangat membutuhkan kehadiran para notaris.

“Notaris itu berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 tahun 2009, termasuk pejabat yang menjalakan tugas jabatan negara, karena simbol yang digunakan notaris merupakan simbol negara yang hanya diberikan kepada 13 pejabat negara salah satunya Notaris,” ungkapnya.

“Kemudian Notaris juga sesuai undang-undang nomor 25 tahun 2009 sebagai pejabat publik. Kehadirannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat, karena notaris bertugas membuat akta otentik, yaitu untuk membuat alat bukti yang akan dibutuhkan di kemudian hari oleh para pihak,” imbuhnya.

Ditambahkan, bahwa saat pihaknya sedang merancang konsep E-Notarissistem.

“Jadi ke depan sesuai arahan Presiden Jokowi, kita akan menerapkan sistem digital. Jadi natinya tidak perlu lagi menghadap datang, tetapi semuanya sudah mengikuti era digital sebagaimana yang di canangkan Presiden Jokowi,” pungkasnya. (don).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar