BI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Jateng Tahun Depan Tumbuh 6 Persen

KBRN, Semarang : Ekonomi Jawa Tengah dalam dua triwulan terakhir terus tumbuh positif. Hal ini mengindikasikan pemulihan ekonomi Jawa Tengah telah berlangsung. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah terutama didukung oleh investasi dan ekspor. Sementara dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Jawa tengah didorong oleh sektor industri pengolahan dan konstruksi.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah, Pribadi Santoso dalam pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021 bertajuk "Bangkit dan Optimis: Sinergi dan Inovasi untuk Pemulihan Ekonomi”, yang berlangsung di Semarang, Rabu (24/11).

Dalam kesempatan tersebut Pribadi juga menjelaskan, bahwa pertumbuhan ekonomi di Jateng tahun depan bakal lebih baik.Investasi dan ekspor juga mengalami peningkatan, sehingga ekonomi akan berjalan baik.

Menurutnya Bank Indonesia senantiasa bekerjasama dan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan stakeholders terkait lainnya untuk menjalankan berbagai program agar mampu mendorong pemulihan ekonomi Jawa Tengah. 

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus meningkatkan sinergi dan inovasi sebagai upaya untuk mendorong pemulihan ekonomi. Untuk memperkokoh peran UMKM sebagai penopang perekonomian, Bank Indonesia bersama instansi terkait perlu semakin mengintensifkan program promosi dan perluasan akses pasar UMKM Jawa Tengah ke pasar global," ungkapnya.

Terkait investasi, percepatan realisasi investasi pemerintah dan swasta menjadi kunci untuk meningkatkan kapasitas perekonomian dan penyerapan tenaga kerja. Investasi swasta juga perlu difokuskan pada sektor yang berorientasi eskpor, seperti alas kaki, tekstil, dan furnitur. 

Pengembangan sektor ekonomi potensial sebagai new sources of growth juga menjadi sangat penting sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. 

"Dari sisi digitalisasi, Bank Indonesia akan terus bekerjasama dengan beberapa marketplace di Indonesia untuk mengakselerasi digitalisasi di sisi hilir UMKM melalui program on boarding," ujarnya.

Perluasan digitalisasi di Jawa Tengah juga akan terus didorong melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Digitalisasi juga menjadi hal yang sangat penting dalam upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan pokok. 

Disebutkan pula, bahwa sebagai otoritas sistem pembayaran, Bank Indonesia senantiasa mendorong penggunaan transaksi non-tunai baik ritel, SKNBI, maupun RTGS untuk menciptakan perekonomian yang efisien. 

"Berbagai program dan upaya pemulihan ekonomi di atas akan berjalan baik apabila prasyarat program vaksinasi dan disiplin mengikuti protokol kesehatan dijalankan secara menyeluruh untuk mengendalikan penularan COVID-19, sehingga aktivitas sosial ekonomi dapat dibuka secara penuh," ucap Pribadi.

Jawa Tengah memiliki potensi dan modal yang besar untuk dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi. Industri unggulan Jawa Tengah juga menghasilkan produk andalan di pasar domestik dan ekspor. 

"Hadirnya beberapa kawasan industri di Jawa Tengah yang didukung oleh iklim investasi yang kondusif dan komitmen pemerintah daerah menjadi keunggulan Jawa Tengah dibandingkan daerah lain," pungkasnya. (don).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00