Inovasi Layanan ATR/BPN Kota Semarang Ditengah Pandemi Covid 19

KBRN, Semarang: Kantor ATR/BPN Kantah Kota Semarang melakukan inovasi dengan mengutamakan kualitas pelayanan secara optimal dan prima ditengah pandemi Covid 19. Ada dua jenis layanan kepada publik yang dilakukan dimasa pandemi, yaitu sosial distancing dan pshical distancing. Kepala Kantor Pertanahan (Kakantah) Kota Semarang, Sigit Rachmawan Adhi melalui Kepala Seksi Hubungan Hukum Pertanahan (HHP) Kantor Pertanahan Kota Semarang, Imam Sutaryono menjelaskan, dalam melayani masyarakat, pelayanan dilakukan secara online dan juga melalui loket prioritas.(Rabu, 8/7/2020).

“Dimasa pandemi Covid 19, ATR/BPN kantah kota semarang tetap melayani masyarakat yang belum familiar dengan media online melalui loket prioritas. Tentunya menerapkan protokol kesehatan dengan mengecek suhu tubuh, pemohon harus memakai masker dan melakukan cuci tangan serta dilakukan pengaturan jarak untuk tempat duduk. Petugas yang melayani diwajibkan memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Sedangkan pemohon yang menguasakan kepada Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dilakukan pelayanan secara on line,” jelasnya.

Pelayanan on line Google drive digunakan ATR/BPN kantah kota semarang dibuatkan folder tersendiri bagi masing – masing PPAT dengan memisahkan tiap – tiap kegiatan. Layanan on line telah disosialisasikan  ke Notaris maupun PPAT. Dalam melakukan verifikasi dan validasi melalui data yang telah di upload PPAT, sedang berkas secara fisik belum dapat dilakukan secara on line kecuali Hak Tanggungan sudah secara digital.

“Layanan on line Google drive hasil inovasi dari Sumber Daya Manusia (SDM) kita dibidang Informatika dan Teknologi (IT). Google drive kedepan akan dikembangkan lagi agar dapat terintegrasi dengan database layanan ATR/BPN untuk mengefisiensikan pekerjaan dan juga menjamin keamanan data yang tersimpan,” ujarnya.

Petugas yang melayani secara tatap muka seperti petugas penerima berkas pendaftaran dan petugas pengukuran tanah paling beresiko dengan penularan covid 19, karena harus terjun kelapangan secara langsung.

“Setelah diberikan surat tugas dari tim, petugas lapangan harus melengkapi diri dengan APD standar protokol kesehatan. Perlu juga diperhatikan daerah yang tergolong zona merah penyebaran covid 19. Berdasarkan pengalaman dalam melakukan pengukuran, petugas ditolak oleh kepala desa karena wilayahnya sedang dilakukan karantina karena warganya ada yang tertapar covid 19,” imbuhnya.

Pihaknya akan memberikan pelayanan secara optimal meski ditengah pandemi covid 19, serta menghimbau kepada masyarakat pemohon layanan di Kantor ATR/BPN Kantah Kota Semarang agar menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid 19.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00