ECP Kementerian Perdagangan Ditutup, Angkat Potensi UMKM

KBRN, Semarang : Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan menutup Export Coaching Program (ECP) di wilayah Jawa Tengah tahun 2021, Selasa (7/12/2021).

Pelatihan yang diadakan Kementerian Perdagangan melibatkan peserta dari pelaku UMKM, mereka selama mengikuti program tersebut bisa melakukan ekspor.

Kepala Disperindag Provinsi Jateng, Arif Sambodo mengatakan, ECP upaya mendorong pelaku UKM potensial untuk meningkatkan ekspor. 

"Hal ini kaitannya tentang literasinya pemanfataan eksportir," ujarnya.

Menurutnya, pelatihan ECP memerlukan waktu panjang selama 8 bulan.

Peserta diberi materi mulai dari aturan, hingga bertemu dengan buyer.

Hal ini dirasa sangat membantu para pelaku UKM untuk meningkatkan kemampuan memahami dan melaksanakan ekspor.

"Pelatihan tersebut sangat bermakna  dan menjadi momentum kebangkitan dalam memanfaatkan peluang yang ada,"  katanya.

Ia mengatakan, program ECP dilaksanakan pertama kali sejak tahun 2019. Namun ketika program pelatihan masih berjalan 70 hingga 80 persen, peserta telah bisa melakukan ekspor.

"Angkanya di tahun 2019 bisa mencapai Rp 15 miliar, tahun 2020 Rp 5 miliar, tahun 2021 Rp 8 miliar," ujarnya.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi mengatakan, ECP merupakan program pengembangan para UKM dalam bidang ekspor. Peserta dilatih dalam hal literasi ekspor.

"Para UKM ini bisa memberikan kontribusi dalam hal ekspor," tuturnya.

Ia mengatakan program tersebut akan terus dilaksanakan.

ECP merupakan bentuk pengejawantahan dari amanat Presiden untuk memberikan kesempatan kepada para UKM agar lebih berkembang khususnya dalam hal ekspor.

"ECP ini dilaksanakan di 5 wilayah. Kegiatan tersebut bisa dikatakan  berhasil. Kedepannya program ini  bisa kami perdalam dan perluas," tuturnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar