PJT I Ajak Warga Konservasi Lingkungan Bendungan Kedung Ombo dan Sidorejo

KBRN, Semarang : Posisi Waduk Kedung Ombo dan Bendung Sidorejo memiliki peranan penting dalam mengairi 60 ribu hektare sawah dan membangkitkan listrik melalui PLTA. Untuk itu, perlu adanya upaya pelestarian sumber daya air (SDA) yang masih berada dalam satu sistem Daerah Aliran Sungai (DAS). 

Sebagai BUMN pengelola SDA, Perum Jasa Tirta (PJT) I memiliki peran dalam upaya konservasi lingkungan DAS. Dalam melaksanakan tugasnya tersebut, PJT I sering melibatkan masyarakat maupun lembaga pemerintah daerah setempat. 

Mengambil tempat di Bendungan Kedungombo dan Bendung Sidorejo, PJT I bersama Pemkab Grobogan menyelenggarakan sosialisasi terkait konservasi sumber daya air ke masyarakat di sekitar bendungan. Materi sosialisasi disampaikan oleh narasumber dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup serta Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Grobogan. 

Acara berlangsung padat. Setelah sosialisasi, dilanjut dengan aksi tebar benih ikan dan penanaman pohon. PJT I melakukan penebaran ikan di sejumlah bendungan dan bendung di DAS Tuntang.  Sekitar 10.000 ekor benih ikan ditebar di tiga lokasi. Seperti di antaranya di Bendungan Kedung Ombo sebanyak 5.000 ekor ikan nila, di Bendung Sidorejo dan Bendung Klambu masing-masing sebanyak 2.500 ekor ikan kalper. 

Selanjutnya, juga dilaksanakan penghijauan di lokasi yang sama yaitu penanaman 2.000 batang pohon di Bendungan Kedungombo, 1.500 batang pohon di Bendung Sidorejo dan 2.000 batang pohon di Bendung Klambu. Jenis tanaman konservasi yang dibagikan merupakan tanaman buah-buahan antara lain kelengkeng, sirsat, jambu, mangga, matoa dan durian. 

"Total ada 5.500 batang pohon yang kami serahkan ke warga untuk dilakukan penanaman. Tujuannya untuk memberdayakan masyarakat sekitar daerah perairan Kedung Ombo, Sidorejo, dan Klambu agar ikut terlibat dalam upaya pelestarian DAS," kata Kepala Divisi Jasa ASA IV, Sugik Edy Sartono, Sabtu (16/10/2021). 

Usai penanaman, lanjut dia, nantinya masyarakat juga akan menikmati hasil dari pohon yang ditanam dan ikan yang ditebar. "Ini tentunya dapat membantu meningkatkan perekonomian lokal masyarakat setempat," pungkas Sugik. 

Acara sosialisasi dan konservasi juga melibatkan sejumlah instansi pengelola SDA, diantaranya BBWS Pemali Juana, Dinas PSDA Provinsi Jateng, serta PT Indonesia Power selaku pemanfaat air permukaan dari series bangunan prasarana di DAS Serang. "Kami melibatkan sejumlah instansi pusat maupun daerah serta kelompok masyarakat dalam hal ini kelompok tani dan nelayan Desa Sobo. Ini menjadi upaya agar konservasi dapat berjalan optimal dan terintegrasi dengan para pengelola SDA yang lain," ucap Sugik. 

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai upaya untuk mengenalkan PJT I kepada masyarakat dan bentuk tanggung jawab perusahaan baik kepada masyarakat maupun stakeholder terkait. "Sinergi dan kolaborasi dengan berbagai instansi adalah wujud nyata kehadiran PJT I sebagai pengelola SDA di Wilayah Sungai Jratun Seluna," tuturnya. 

Kegiatan itu, tambah dia, juga sebagai bentuk sosialisasi karena di akhir tahun 2021 ini PJT I diserahi amanah mengelola beberapa infrastruktur. Di antaranya Bendung Sidorejo, Bendung Sedadi, Bendung Klambu dan disusul dengan Bendungan Kedungombo di awal tahun 2022. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00