Respons Keluhan Pedagang, Gus Yasin Undang Penjual Rempah dan Fasilitasi Perizinan

KBRN, Semarang : Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengundang seorang janda penjual wedang rempah, Heko Suwarni ke rumah dinasnya.

Undangan tersebut merupakan respons Wagub, setelah mendengar keluhan Heko melalui akun Instagram Taj Yasin Maimoen. 

Sebelum pandemi Covid-19, dia dan anaknya berjualan kain Ecoprint dan Shibori. Selain itu juga merintis usaha minuman herbal 'Rempah Ndeso'.

"Saya dulunya jual kain Ecoprint, Shibori. Sebelumnya juga sudah jual minuman rempah tapi seduh. Kemudian sempat berhenti dua tahun, lalu ini baru mulai lagi tapi saya keringkan dan dikemas," kata Heko, Sabtu (22/9/2021).

Mendapati hal tersebut, Taj Yasin kemudian menanyakan terkait izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Tak hanya itu, wagub juga bertanya apakah Heko pernah ikut pelatihan oleh Dinkop UMKM?

Taj Yasin juga mengatakan pihaknya akan membantu fasilitasi untuk izin PIRT. Dia meminta agar dinas terkait dapat memberikan pendampingan.

"Kalau pingin, nanti coba kami link-kan. Bisa (produk rempah-red) dijual tanpa BPOM, tapi tidak boleh menuliskan khasiatnya. Sementara, PIRT saja, nanti kalau ingin mencantumkan khasiat, bisa (izin-red) ke BPOM," katanya.

Usai menghadap Wagub, Heko mengaku sangat senang bisa dibantu. Wagub dinilai memberikan langkah yang panjang untuk dirinya berjualan produk minuman rempah. 

Menurut dia, selain memberikan beberapa masukan, Taj Yasin juga mengarahkan agar produknya dapat didaftarkan perizinan PIRT.  Baginya hal itu sangat baik lantaran izin merupakan modal untuk menjalankan usaha.

"Tadi ketemu dengan beliau (Taj Yasin). Alhamfulillah banyak masukan untuk kemajuan 'Rempah Ndeso' baik itu packaging, perizinan supaya kita bisa naik kelas. Mimpi saya 'Rempah Ndeso' bisa masuk ke Malaysia dan Brunei. Maka saya siap mengurus perizinan supaya lebih leluasa untuk mengembangkan usaha saya," terangnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00