Odang Terima SHM Lahannya Setelah 21 Tahun Menunggu

KBRN, Semarang : Odang warga Gintungan Kecamatan Bandungan Kab. Semarang merasa lega, setelah menerima Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah dari Kanwil BPN Provinsi Jawa Tengah. Odang menjadi salah satu perwakilan yang datang ke Gedung Gradhika Bhakti Praja, pada Rabu (22/09/2021) dalam acara Penyerahan SHM lahan oleh Presiden RI secara virtual.

Kepada RRI, Odang menjelaskan, sudah 21 tahun menggarap lahannya yang belum tersertifikat. Tanah tersebut digunakan untuk bercocok tanam sayuran, ada tomat, Wortel dan Kubis.  Untuk kepengurusan sertifikat tanah miliknya Ia menyebut tidak mengeluarkan banyak uang dan prosesnya mudah.

“Sudah sejak tahun 99 saya kerjakan lahan itu. Selama proses saya bantu ukur lahan dan tidak keluar biaya banyak cuman fotokopi surat-surat saja,” imbuhnya.

Odang berharap dengan adanya SHM lahan atas namanya ini sudah tidak ada persoalan dikemudian hari. Apalagi luas lahan sebesar 3 bidang atau 1500 meter persegi ini dapat dimanfaatkan anak-cucunya untuk bercocok tanam.

“Saya lega sudah ada SHM. Bisa untuk tinggalan warisan anak cucu saya kelak,” kata Odang.

Penyerahan SHM tanah kepada warga merupakan satu hal yang sangat ditunggu-tunggu sejak lama. Apalagi biaya yang murah dan proses yang mudah. Menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam kesempatan yang sama menegaskan kepemilikan SHM akan membuat warga lebih tenang. Karena ada legalitas atas kepemilihan lahan yang jelas.

“Ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah ditengah masyarakat, lewat SHM ini mereka lebih merasa nyaman. Apalagi Presiden dalam sambutannya menegaskan agar BPN dan Pemerintah Daerah tegas memerangi mafia tanah. Intruksi yang sama juga disampaikan kepada penegak hukum,”terang Ganjar.

Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Jawa Tengah Dwi Purnama menjelaskan pihaknya membagikan 3. 236 sertifikat HM untuk 5 daerah, yakni Kab. Semarang, Brebes, Purbalingga dan Cilacap. Secara umum, di Jawa Tengah penyelesaian sengketa lahan merupakan kasus lama dan sudah diselesaikan.

“Kasus lama dan ini sudah selesai seperti di Gintungan, Bandungan itu. Kalau lainnya Lainnya soal pelepasan kawasan hutan tidak ada masalah dll. Kendala sudah tidak ada lagi dari hasil ini kita akan mengakselarasi dengan kelanjutannya. Kami akan memberikan asistensi  kepada penerima SHM supaya produktivitas meningkat,” kata Dwi.

Di Jateng, menurut Dwi  masih sekitar 40 persen bidang yang selesai  dan rencananya akan diikutkan dalam akselerasi program PTSL. “ Target kami 2025 semua selesai,”imbuhnya.

Disisi lain, Bupati Semarang, Ngesti Pandowo menambahkan, masyarakat yang telah menerima SHM ini dapat lebih tenang dan meningkatkan kesejahterahannya. Pihaknya menghimbau agar dalam 10 tahun terakhir ini lahan bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

“Selama belum 10 tahun lahan belum bisa dipindahtangankan. Artinya warga harus maksimal garap lahan itu,”tutup Bupati.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00