BMKG Sosialisasikan Gempa Melalui RRI Semarang

KBRN Semarang: RRI Semarang dengan BMKG Stasiun Geologi Banjarnegara menjalin MOU tentang Kemitraan Konten Program Siaran Mitigasi Bencana. BMKG memberikan sosialisasi bagaimana cara penggunaan alat untuk mendeteksi gempa dan tsunami, yaitu new generation.

Kepala LPP RRI Semarang Nazwin Achmad menyampaikan tujuan kerjasama tersebut adalah sebagai media informasi untuk masyarakat terkait kebencanaan yang ada di Jawa Tengah, Semarang, dan sekitarnya.

“RRI sebagai lembaga penyiaran publik, media yang terpercaya harus memberikan informasi yang akurat, tepat, dan terpercaya. Oleh sebab itu, kita harus bekerjasama, kita harus terkait dengan sumber-sumber nya langsung. Untuk hal-hal yang kaitannya dengan kebencanaan, kemudian kaitannya dengan BMKG itu sejatinya memang harus kita bekerjasama dengan BMKG tersebut untuk dapat informasi langsung yang terkait dengan apa yang terjadi hal-hal yang kaitannya dengan kebencanaan untuk disampaikan informasinya kepada masayarakat, khususnya masyarakat Jawa Tengah dan Semarang sekitarnya,” ucapnya dalam acara Kunjungan BMKG Banjarnegara di  Studio Budaya Ki Narto Sabdo RRI Semarang Selasa (21/9/2021).

Hal yang mendasari terjadinya kerjasama tersebut agar publik dapat mendapatkan informasi secara pasti, akurat, tepat, dan cepat.

“Masyarakat itu kan ingin media dapat memberikan sesuatu yang mereka perlukan khususnya informasi ya kan, karena kita negara kepulauan. Hal-hal yang kaitannya dengan kebencanaan, gempa, gempa tektonik ya itu memang sangat perlu diberikan informasi kepada masyarakat dan masyarakat menginginkan itu. Oleh sebab itu, kerjasama dengan BMKG Banjarnegara itu sangat-sangat diperlukan untuk memberikan kepastian, kepercayaan, akurasi, ketepatan, dan kecepatan informasi itu sampai kepada publik,” jelasnya.

Nazwin Achmad berharap agar media ini terus konsisten memberikan informasi, kemudian edukasi, hiburan kepada masyarakat.

“Sesuai tupoksi masing-masing kita sebagai media harus terus secara konsisten memberikan informasi, kemudian edukasi, hiburan kepada masyarakat untuk menjadi sesuatu yang berarti yang diterima masyarakat, khususnya masyarakat Jawa Tengah dan Kota Semarang sekitarnya,” imbuhnya.

Sementara Kepala BMKG Stasiun Geologi Banjarnegara, Setyo Aji mengungkapkan keakuratan dalam memberikan informasi ke masyarakat dimana RRI juga turut menjadi komponen penting di dalamnya.

“Awal dari BMKG menempatkan peralatan ini untuk memberikan informasi yang cepat, tepat, dan akurat. Akurat agar meminimalisir hoax, terus juga agar khususnya temen-temen di LPP RRI Semarang ini bisa mendapatkan informasi lebih cepat sehingga harapan kami informasi yang kami sampaikan ke RRI bisa digunakan untuk diteruskan ke masyarakat karena kan memang ujung tombaknya penyiaran RRI salah satu komponen culture dari Ina-TEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) salah satu komponennya ya media dimana RRI termasuk di dalamnya,” ucapnya.

Adapun Alat pendeteksi gempa dan tsunami dari BMKG telah ditempatkan di 19 lokasi di jawa Tengah, DI RRI, TVRI dan di berbagai tempat BPBD di Jawa Tengah.

“Total ada 19 lokasi di Jawa Tengah untuk penempatan alat pendeteksi gempa dan tsunami dari BMKG. Untuk RRI ada di RRI Semarang dan RRI Purwokerto, yang lainnya kita pasang di TVRI dan sisanya di BPBD. Kalau bisa kita pasang di seluruh kabupaten karena kan memang informasi yang ditampilkan oleh perangkat siaran ini itu sangat bermanfaat buat BPBD karena kan mereka membutuhkan respon cepat untuk mengambil langkah cepat itu kan membutuhkan    informasi yang valid khususnya informasi terkait gempa bumi dan tsunami. Jadi harapannya bisa bermanfaat lah dengan pemerintah daerah dan juga media,” tuturnya.

Hal yang paling utama yang bisa diambil oleh RRI dengan adanya kerjasama ini adalah informasi gempa dan tsunami cepat di tampilkan dan selanjutnya di sampikan masyarakat melalui siaran.

“Informasi ini khususnya gempa bumi dan tsunami. Harapannya informasi cepat yang ditampilkan ini bisa digunakan oleh teman-teman RRI ketika mereka ingin menyampaikan kejadian gempa bumi yang terjadi atau peristiwa peringatan dini tsunami yang dirilis BMKG, dasarnya dari informasi ini yang bisa disampaikan juga. Jadi informasi yang ditampilkan ini untuk tv tes kegempaan di seluruh wilayah Indonesia dan negara-negara terdampak khususnya ASEAN. Jadi kalau misalnya gempa nya di Sumatera dan bisa berdampak ke Malaysia ataupun ke Singapura ataupun ke Thailand itu juga kita rilis,” jelasnya.

Aplikasi WRS ini dapat digunakan untuk kalangan media dan juga pemerintah. “Jadi memang kita pasang ke radio, televisi, dan BPBD,” imbuhnya.

(Novi/ Dars)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00