Ambil Tilang di Semarang, Kini Klik Etilang.id

KBRN, Semarang : Mengambil tilang di Kota Semarang kini hanya dalam gengaman dan tak perlu antri. Sebab, Kejari Kota Semarang telah berinovasi meluncurkan aplikasi Pengantaran Tilang Tanpa Antri "Talang Tantri" melalui etilang.id.

"Jadi ini program kami yang sebelumnya bekerja sama dengan Kantor Pos yang areanya hanya di Semarang saja. Sekarang di seluruh Indonesia, sekarang kami bekerjasama dengan PT Melayani Cakrawala Nusantara," kata Kajari Semarang, Transiswara Adhi di kantornya, Jumat (23/4/2021).

Transiswara menjelaskan dengan aplikasi ini masyarakat Indonesia yang terkena tilang di Semarang tidak lagi harus mengantri, bepanas-panasan dikantor Kejari Kota Semarang untuk mengambil barang bukti tilang. 

"Misalkan ditilang disini rumahnya di Yogyakarta, maka bisa diantarkan ke Yogyakarta, di seluruh Indonesia. Biayanya sama Rp 25 ribu, jadi ini pertama kali di seluruh Indonesia," katanya.

Dijelaskan, untuk memanfaatkan talang tantri, masyarakat cukup mengklik https://etilang.id/. Didalamnya masyarakat diminta untuk meng-upload bukti bayar denda, hingga bukti tilang.

"Masyarakat tinggal membayar denda tilang di bank yang terdekat, ambil handphone, buka webnya etilang.id, selanjutnya tinggal tunggu barang bukti tilang anda sampai rumah," jelas Kajari dalam sambutannya.

CEO PT Cakrawala Nusantara, Saiful Bahtiar menambahkan selain dimudahkan dengan layanan pengantaran sampai kerumah, dalam aplikasi ini masyarakat diuntungkan juga dengan fitur monitoring progres dari pengiriman barang bukti tilang.

"Mereka bisa memonitoring dari awal proses permohonan, pembayaran hingga sampai mana sih barang saya, ini kelebihan yang kita tawarkan sehingga mendorong layanan publik yang prima," ujarnya.

Kasi Tipidum Kejari Kota Semarang, Edy Budianto menambahkan, keberadaan Talang Tantri ini akan menjadi salah satu indikator meningkatnya kualitas pelayanan publik sebagaimana Peraturan Menpan RB tentang pedoman pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani.

Budaya pelayanan prima dengan adanya inovasi pelayanan, yang bertujuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam memanfaatkan tehnologi informasi sebagai trigger.

"Apalagi Kota Semarang sebagai salah satu kota besar di Indonesia, tentu berpotensi terjadi peningkatan pelanggaran lalu lintas setiap tahunnya, maka dari itu kami barengi dengan peningkatan layanan dalam hal pengambilan barang bukti tilang kepada masyarakat," imbuhnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00